Air Radiator Mobil Dipakai Untuk Motor, Ini yang Harus Diperhatikan

Isal - Kamis, 8 Januari 2026 | 12:30 WIB

Ilustrasi isi air radiator setelah dkuras (Isal - )

GridOto.com - Sekilas radiator mobil maupun motor punya fungsi serupa.

Fungsi utamanya sama-sama membantu proses pendinginan mesin melalui sistem radiator.

Makanya, enggak heran kalau banyak pemilik kendaraan yang pakai air radiator mobil untuk motor, ataupun sebaliknya.

Namun, apakah aman pakai radiator mobil untuk motor, dan apa saja yang harus diperhatikan?

Menurut Muklib, pemilik toko Kirana Berkah Abadi yang khusus jual pelumas dan air radiator, baik air radiator atau coolant untuk motor ataupun mobil sebenarnya sama saja.

"Fungsi air radiator pada mobil sama dengan motor, yaitu untuk melepas atau mengurangi panas dari mesin," buka Mukhib.

"Selain itu, air radiator mobil maupun motor juga berfungsi untuk mencegah korosi di sistem radiator," ujarnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Air radiator Seiken di GIIAS 2023 ada kandungan ethylene glycol 30% dan 50%

Baca Juga: Bikin Hemat Kantong, Ini Manfaat Kuras Air Radiator Motor Secara Berkala

Hal senada juga dikatakan oleh Aftermarket Division Head Seiken Indonesia, pabrikan minyak rem, oli mesin hingga coolant.

"Radiator coolant Seiken untuk kendaraan passenger car, motorcycle, commercial car (bus dan truck), heavy duty (alat berat) sama dan bisa saling digunakan," sahut Novrian Praputranda dari Aftermarket Division Head Seiken Indonesia

Namun pria yang akrab dipanggil Rian mewanti agar selalu berpatokan pada buku manual jika ingin memilih air radiator atau coolant.

Soalnya, di pasaran saat ini sudah banyak tipe atau jenis coolant yang ditawarkan.

"Air radiator kami ada tipe konsentrat yaitu 30 % dan 50 %," kata Rian.

"Biasanya buat motor dan mobil kecil pakai 30 % konsentrat, mobil di atas 2.000 cc, bus, truk dan alat berat biasanya pakai coolant yang 50 % konsentrat," jelasnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Radityo Herdianto / GridOto.com
Selain menjaga kestabilan suhu mesin yang tinggi, adanya glikol pada coolant radiator punya fungsi lain.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Segini Usia Pemakaian Air Radiator

Oiya kedua jenis coolant ini dibedakan melalui kandungan zat aditifnya, seperti kandungan ethylene glycol atau EG.

Banyak atau sedikitnya kandungan EG pada air radiator akan mempengaruhi titik didih (boiling point).

"Cuma balik lagi ke rekomendasi buku manual, butuhnya (air radiator) seperti apa. Lalu diikuti saja," tuturnya.

Tuh, ternyata air radiator mobil bisa dipakai di motor, akan tetapi harus disesuaikan dulu dengan kebutuhan di mesin motor.