Profil Victorinus Yonny Direktur Operasional Dirgaputra Ekapratama, Puluhan Tahun Bergelut Distribusi Spare Part Aftermarket

Muslimin Trisyuliono - Jumat, 3 Februari 2023 | 08:41 WIB

Victorinus Yonny menjabat sebagai Direktur Operasional PT Dirgaputra Ekapratama (Muslimin Trisyuliono - )

GridOto.com - Nama Victorinus Yonny mungkin tidak asing lagi bagi pelaku otomotif Indonesia, khususnya di industri spare part aftermarket di Tanah Air.

Saat ini Victorinus Yonny menjabat sebagai Direktur Operasional di PT Dirgaputra Ekapratama.

Dirgaputra Ekapratama merupakan perusahaan yang tergabung Indoprima Group, bergerak dalam bidang distribusi spare part kendaraan komersial, mobil dan motor.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1994 ini menghadirkan sejumlah merek di pasar otomotif Tanah Air, sebut saja MK Kashiyama, IBK, IBK Heavy Duty hingga RCA.

Saat ditemui GridOto.com, Victorinus Yonny menceritakan sedikit kisah memulai karier sampai akhirnya bergabung di Dirgaputra Ekapratama.

"Background saya akunting. Sebelum di Dirgaputra, saya sempat di Kompindo tahun 1993 di bagian Finance," ujar Yonny dalam bincang-bincang santai dengan Gridoto.com, Kamis (02/02/2023).

Dua tahun kemudian atau tepatnya di tahun 1995, akhirnya ia memutuskan untuk bergabung di Dirgaputra Ekapratama.

"Gabung di Dirgaputra tahun 1995 jadi bagian marketing. Saya sempat ditugaskan di Palembang, Semarang dan kembali ke pusat tahun 2002 sampai sekarang," ucapnya.

Muslimin Trisyuliono//GridOto.com
Victorinus Yonny menjabat sebagai Direktur Operasional PT Dirgaputra Ekapratama

Baca Juga: Strategi Baterai RCA, Harga Murah Teknologi Mewah

Sebagai perusahaan yang bergerak distribusi spare part, Yonny mengungkapkan pihaknya terus menyesuaikan dengan perkembangan dunia otomotif yang ada.

Serta dalam menyediakan spare part menurutnya juga harus memahami keinginan dari konsumennya.

Mengenai strategi bisnis, pihaknya kini lebih fokus menyediakan spare part kendaraan komersial dan mobil penumpang, ketimbang kendaraan roda dua.

"Sekarang kita lebih ke arah kendaraan tambang, ke depannya sawit juga bagus. Kita kembali ke jati diri awal di kendaraan besar," jelas Yonny.

"Untuk spare part motor beberapa tahun terakhir kita tidak fokus lagi, karena dengan adanya teknologi motor listrik itu mengurangi jumlah spare part," sambungnya