Honda Berharap Insentif PPnBM DTP Mobil Baru Tak Langsung Dihapuskan, Ada Transisi Harga Biar Konsumen Enggak Kaget

Muhammad Ermiel Zulfikar - Selasa, 7 Desember 2021 | 19:30 WIB

Honda HR-V merupakan salah satu model yang berhak mendapatkan program insentif PPnBM DTP 100 persen. (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen, dinilai sukses memberikan dampak positif terhadap penjualan dan produksi otomotif di Tanah Air.

Hal itu juga dirasakan PT Honda Prospect Motor (HPM), yang mana beberapa model andalannya masuk dalam program diskon pajak dari pemerintah tersebut.

"Kami menilai bahwa insentif PPnBM DTP selama ini sangat efektif untuk mendorong permintaan konsumen yah. Sekaligus mendukung pertumbuhan industri otomotif, sektor pendukungnya dan ekonomi secara umum," ujar Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM saat dihubungi GridOto.com, Senin (6/12/2021).

Hanya saja, diskon pajak dari pemerintah tersebut akan segera berakhir di pengujung tahun ini, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang lagi pada 2022 mendatang.

"Karena itu, kami percaya bahwa pemerintah juga akan mengambil kebijakan yang tepat untuk mempertahankan tren yang positif tersebut di tahun depan," tutur Billy lagi.

Billy pun berharap agar dilakukan transisi terlebih dahulu, apabila pemerintah memilih untuk tidak melanjutkan program relaksasi PPnBM pada tahun depan.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak kaget akibat kenaikan harga secara mendadak, saat insentif PPnBM DTP 100 persen berakhir.

"Kami tentu berharap akan terjadi transisi, sehingga tidak terjadi kenaikan harga secara mendadak tinggi saat insentif PPnBM berakhir suatu saat nanti," ungkap Billy.

"Sehingga permintaan konsumen dan pertumbuhan industri dapat tetap dipertahankan," pungkasnya.

Baca Juga: Walaupun Harganya Saling Beririsan, Honda Tegaskan HR-V dan BR-V Terbaru Tidak Saling Kanibal