Kronologi BMW Indonesia Digugat Konsumen Rp 10 Miliar, Perkara Mesin 535i Gran Turismo Mati Mendadak di Tol

Muhammad Ermiel Zulfikar - Kamis, 24 Juni 2021 | 19:05 WIB

Ilustrasi. BMW 535i Gran Turismo. (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Pemilik BMW 535i Gran Turismo lansiran 2011 bernama Yusman, menggungat BMW Indonesia dan para tergugat lainnya lantaran mesin mobilnya mati mendadak saat melakukan perjalanan di tol.

Gugatan tersebut sudah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan nomor gugatan perkara 337/Pdt.G/2021/PN pada tanggal 3 Juni 2021.

Adapun gugatan ini merupakan buntut dari ketidakpuasan konsumen, yang merasa BMW seri 535i Gran Turismo miliknya mengandung cacat tersembunyi yang dapat membahayakan jiwa.

Melalui kuasa hukumnya, penuntut meminta ganti rugi materiil kepada para tergugat sebesar Rp 690 juta yang merupakan total harga pembelian kendaraan.

Baca Juga: Penelusuran Mesin BMW Seri 5 Gran Turismo yang Mendadak Mati 

Baca Juga: Soal Gugatan Rp 10 Miliar ke BMW Indonesia Karena 535i Gran Turismo Mati Mendadak, Pemilik Klaim Rutin Servis

Sementara untuk kerugian immaterial mencapai Rp 10 miliar kepada para tergugat secara tanggung renteng, karena menyangkut kerugian psikologis serta kenyamanan.

"Jadi alasan kami menuntut BMW Indonesia karena memang secara nama sudah terkenal dan merupakan brand internasional. Namun dalam kasus ini, kok bisa tidak ada peringatan dini di mobil tersebut apabila terjadi kerusakan sebelum kejadian," ujar Khotibul Umam, selaku kuasa hukum penggungat dari Kantor Hukum TSA Advocates saat dihubungi GridOto.com, pada Kamis (24/6/2021).

"Atas kejadian itu berarti ada cacat tersembunyi menurut kami, kan gitu. Di dalam undang-undang perlindungan konsumen juga sudah banyak ketentuannya kan," imbuhnya.

ILUSTRASI. Mesin BMW 535i Gran Turismo

Umam menjelaskan, insiden mesin BMW 535i Gran Turismo mati mendadak ini terjadi di Jalan Tol JORR menjelang Exit Bintara, pada 19 Juni 2020 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu kliennya sedang dalam perjalanan bersama keluarga dari arah Tanjung Priok menuju Bekasi, dengan kecepatan sekitar 100 km/jam.