Studi Nissan Tunjukkan 50 Persen Konsumen Indonesia Kini Pertimbangkan Membeli Mobil Elektrifikasi

Muhammad Rizqi Pradana - Kamis, 4 Februari 2021 | 18:15 WIB

Studi Nissan tunjukkan 50 persen konsumen Indonesia kini mempertimbangkan mobil elektrifikasi sebagai mobil mereka selanjutnya. (Muhammad Rizqi Pradana - )

Baca Juga: Indennya Mengular Sampai 5 Bulan di India, NMDI Tetap Distribusikan Nissan Magnite Mulai Maret 2021 di Indonesia

Dampak positif terhadap lingkungan dan teknologi keselamatan menjadi faktor utama bagi responden Indonesia untuk mempertimbangkan kendaraan listrik.

Penemuan tersebut disambut baik oleh Isao Sekiguchi selaku Wakil Presiden Regional Nisan ASEAN.

“Kami tergerak bahwa konsumen di ASEAN melihat electric mobility sebagai sarana pendukung mereka untuk menjadi lebih ramah lingkungan, dan untuk membantu mengurangi beban masing-masing kota” ucapnya dalam acara tersebut (3/2/2021).

Sekiguchi-san mengatakan, hal tersebut turut mendorong Nissan untuk memantapkan komitmen mereka terhadap penyediaan mobil listrik khususnya di kawasan ASEAN.

Pradana/GridOto.com
Isao Sekiguchi, mantan Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Regional Nisan ASEAN.

Baca Juga: Nissan Kicks e-POWER Jadi Mobil Hybrid Paling Terjangkau, Beli Kredit Bisa Dicicil Mulai Segini Sob!

"Sebagai salah satu pionir dari electric mobility, Nissan terus berkomitmen untuk membuat electric mobility bisa dicapai oleh lebih banyak orang lagi,” ujar Sekiguchi-san.

“Kami telah memperkenalkan mobil terelektrifikasi di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, serta Hong Kong,” imbuhnya.

“Thailand juga menjadi negara pertama di luar Jepang yang memproduksi teknologi e-POWER Nissan,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) itu.