Street Manners: Kecelakaan Mobil Hantam Separator Terus Terulang, Pakar Safety Beri Komentar Begini

Harun Rasyid - Senin, 4 Januari 2021 | 20:57 WIB

Toyota Kijang Innova nyangkut di atas separator Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2021) (Harun Rasyid - )

GridOto.com - Insiden Toyota Kijang Innova menabrak pembatas jalan atau separator, terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2021).

Tak cuma menyangkut di atas separator, sebuah besi pembatas jalan juga menembus ruang kabin Toyota Kijang Innova tersebut.

Berkaca dari hal ini, Sony Susmana selaku Training Director di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, insiden mobil naik ke separator terjadi bukan karena sulitnya daya pandang saat mengemudi.

"Kecil kemungkinan bagi pengemudi tidak melihat separator saat mengemudi. Alasannya, daya pandang di bagian kemudi sudah terukur dengan objek yang ada di jalan," kata Sony saat dihubungi GridOto.com, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Toyota Kijang Innova Tabrak Pembatas Jalan, Tertembus Besi Kayak Disate, Ini Penjelasan Polisi

Ia menyebut, kecelakaan mobil yang menghantam separator sering terjadi karena faktor kelalaian.

"Gaya mengemudi yang agresif membuat banyaknya kasus kecelakaan mobil yang menabrak separator hingga menyangkut," sebut Sony.

Wartakota.tribunnews.com
Ilustrasi Suzuki Carry tabrak separator hingga nyangkut


Ia mengungkapkan, pecahnya konsentrasi jadi penyebab kecelakaan seperti Toyota Kijang Innova di Jakarta ini terus terulang.

"Hal tersebut dapat terjadi karena pengemudi gagal atau hilang konsentrasi. Sehingga, ketika di depannya ada obstacle, pengemudi tidak dapat menghindar atau mengantisipasi dengan benar," terang Sony.

Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport Nangkring di Separator Busway di Jalan Jenderal Sudirman, Apa Penyebabnya?

Sony menambahkan, setiap pengemudi harus berpikir matang-matang sebelum memacu kecepatan di jalan.

"Semakin kencang kendaraan bergerak akan makin sempit jarak pandangnya, selain itu makin berat juga reaksi mengemudinya. Saat mengebut, pengemudi juga akan sulit menentukan area aman untuk kendaraannya. Lalu, risiko mengalami kecelakaan fatal juga makin tinggi," tutupnya