Jangan Isi BBM Oktan Rendah Buat Mobil Mesin Turbo, Ini Dampaknya

Radityo Herdianto - Jumat, 5 Juni 2020 | 11:00 WIB

Mesin Honda CR-V Turbo berkapasitas 1.498 cc 4 silinder (Radityo Herdianto - )

GridOto.com - Penggunaan (BBM) oktan rendah dinilai kurang relevan bila dilihat mesin mobil sekarang yang rata-rata kompresinya sudah tinggi.

Terutama mobil dengan mesin turbo yang memiliki kompresi tinggi disarankan untuk menggunakan BBM oktan tinggi.

Bila dipaksa menggunakan BBM oktan rendah secara berkelanjutan, ini dampak yang bisa terjadi di mobil mesin turbo.

"Mesin turbo lebih sensitif mengalami detonasi atau knocking saat diberi BBM oktan rendah karena kompresinya tinggi," tutur Hans Steven, pemilik bengkel Speed'Z Performance Tangerang kepada GridOto.com.

Di sisi lain BBM oktan rendah tidak kuat menahan kompresi besar sehingga bisa terbakar duluan sebelum proses kompresi berlangsung.

Pradana/GridOto.com
Pompa pengisian BBM Premium di SPBU Pertamina.

Baca Juga: Setiap Berapa Km Filter Bahan Bakar Diesel Diganti? Ini Jawabannya

"Timing pembakaran jadi kacau, piston atau connecting rod bisa cepat rusak atau jebol karena dorongan ledakan yang tidak sesuai timing," jelas Hans.

Selain dari mesin, yang perlu diwaspadai adalah kerusakan komponen turbo itu sendiri karena perlu bekerja lebih keras saat spooling.

"Kompresi tidak optimal bikin pemampatan udara di ruang bakar kurang, turbin turbo perlu spooling ekstra supaya tekanan udara yang masuk tetap optimal," terang Hans.

Menurut Hans, kondisi ini menyebabkan komponen turbo akan mengalami overheat yang berpotensi mengalami pemuaian.

"Kalau sampai memuai, turbin itu bisa gesek keongnya, atau bearing pemutar turbin macet yang nantinya bisa jadi jebol," ujar Hans.