Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Solar B50 Dinilai Berisiko untuk Mesin Euro 4, Begini Penjelasannya

Wisnu Andebar - Jumat, 3 Juli 2026 | 19:20 WIB
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin
Wisnu/GridOto.com
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin

GridOto.com - Penerapan biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 mendapat sorotan dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB).

Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menilai bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen biodiesel tersebut tidak ideal digunakan pada kendaraan diesel berstandar emisi Euro 4.

Menurutnya, hasil kajian menunjukkan penggunaan kandungan biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang tinggi berpotensi menurunkan performa mesin sekaligus memengaruhi sejumlah komponen sistem bahan bakar dan pengendalian emisi.

"Kajian dari Lemigas terjadi penurunan performa engine kendaraan. Daya maksimalnya turun, torsinya juga turun," ujar Ahmad Safrudin dalam acara Clean Fuel Talk: Antara Manfaat dan Mudarat B50 yang digelar KPBB di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, dampak lain yang ditemukan antara lain gangguan pada fuel pump, injektor, hingga Exhaust Gas Recirculation (EGR).

"Nah yang terakhir dampaknya yang sudah kita bahas, fuel pump terjadi problem, injector problem, EGR problem. Nah itu kurang lebih dampaknya kalau kita lihat," katanya.

Karena itu, pria yang akrab disapa Puput ini menilai distribusi B50 sebaiknya lebih diarahkan kepada kendaraan diesel dengan teknologi yang lebih lama.

"Dalam konteks ini, kendaraan Euro 2 ke bawah ya, di situ. Kalau tahun 2022 mulai April kita sudah adopsi standar Euro 4, ya jangan sekali-kali diisi dengan B50," tegasnya.

Menurutnya, penggunaan B50 pada kendaraan Euro 4 banyak dipicu oleh selisih harga yang cukup besar dibandingkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi.

Baca Juga: Penerapan Biodiesel B50 Dimulai, Pemerintah Pastikan Harga Solar Subsidi Tak Naik

Ia mencontohkan, saat harga Pertamina Dex sempat mencapai Rp 28 ribu per liter, banyak pemilik kendaraan diesel beralih menggunakan Biosolar karena harganya jauh lebih murah.

"Tempo hari kan kawan-kawan pengguna diesel menjerit karena harga Pertamina Dex Rp 28 ribu. Sekarang agak turun Rp 24 ribu, tapi masih terlalu tinggi," ujarnya.

Akibatnya, sebagian pengguna tetap memaksakan penggunaan Biosolar meski tidak sesuai spesifikasi mesin.

"Akhirnya lebih suka bermigrasi ke Biosolar. Enggak cocok dan dipaksakan, akhirnya EGR-nya ditutup, catalytic converter-nya di-bypass, kemudian juga ada bengkel yang membersihkan injektor. Tapi itu sekadar kendaraan bisa running saja," jelas Ahmad.

Ia menambahkan, meski injektor masih bisa dibersihkan, performa mesin tidak akan kembali seperti semula apabila terus menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi.

"Sekalipun bisa dibersihkan injektornya, ternyata juga tidak bisa sesempurna kalau kita strict menggunakan BBM yang sesuai spesifikasi seperti Pertamina Dex atau BBM-nya punya Shell," katanya.

Puput pun berharap pemerintah dapat mengurangi disparitas harga antara Biosolar dan solar dengan standar emisi lebih tinggi agar pengguna kendaraan Euro 4 tidak terdorong menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai.

Sebagai informasi, pemerintah resmi menerapkan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.

B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen solar konvensional.

Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor BBM, memperkuat ketahanan energi nasional, serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa