Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, menjelaskan pelaku langsung menyerang menggunakan senjata tajam setelah menghadang rombongan korban.
"Di situ langsung menghadang, turun, langsung membacokkan atau menyabetkan sajam," kata Winarsih, dikutip dari TribunSolo, (29/6/26).
Baca Juga: Pendekar Ayam Sayur, Beraninya Main Keroyok Dua Pelajar Cuma Perkara Stiker di Helm
Dua korban di lokasi tersebut mengalami luka serius, sementara motor yang mereka gunakan juga dibakar oleh pelaku.
Berdasarkan keterangan awal, para pelaku disebut menggunakan penutup wajah saat kejadian berlangsung.
"Informasi yang kami dapat dari lokasi itu, yang menghadang memakai topeng," ungkapnya.
Sekitar setengah jam kemudian, kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Banyudono.
Dua anggota rombongan yang sedang berhenti di pinggir jalan tiba-tiba diserang oleh empat orang yang datang menggunakan motor.
Setelah melukai korban, pelaku juga membakar kendaraan sebelum melarikan diri.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara dua insiden tersebut karena pola serangan yang dinilai mirip dalam waktu yang berdekatan.
"Waktu kejadian di Sambi sekitar pukul 00.30 WIB, sedangkan di Banyudono sekitar pukul 01.00 WIB. Kayaknya bersamaan waktunya karena modus kegiatannya persis sekali antara Banyudono dengan Sambi," jelas Winarsih.
Akibat dua peristiwa itu, total empat anggota perguruan silat mengalami luka bacok dengan tingkat keparahan berbeda.
Dua korban dirawat di RS Asy Syifa Sambi, salah satunya harus mendapatkan 13 jahitan, sementara korban lainnya mengalami tiga luka bacok di bagian punggung.
Dua korban lainnya dirawat di RS Indriati Banyudono.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR