Menurut GAIKINDO, sejumlah kebijakan pemerintah telah membantu industri bertahan dalam berbagai situasi, mulai dari masa pandemi Covid-19 hingga transisi menuju kendaraan elektrifikasi.
Salah satu kebijakan yang dinilai memberikan dampak besar ialah insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Program tersebut dimanfaatkan berbagai merek otomotif yang memproduksi kendaraan di Indonesia dan dinilai mampu menjaga permintaan pasar domestik, mempertahankan utilisasi pabrik, sekaligus menjaga lapangan kerja di sektor otomotif.
Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang membebaskan bea masuk bahan baku maupun komponen yang belum diproduksi di dalam negeri.
Skema tersebut disebut membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri.
Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang mencakup kendaraan LCGC, Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Program tersebut dinilai mendorong investasi baru sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Di sisi lain, GAIKINDO menilai komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri juga berjalan cukup baik melalui berbagai forum dialog, termasuk Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR