Harus ada gejala lain yang menyertai agar diagnosis lebih akurat.
Beberapa tanda yang muncul jika baterai melemah antara lain fitur idle stop tidak aktif, indikator baterai cepat turun, serta akselerasi terasa lebih berat dari biasanya.
"Selain faktor baterai, gaya berkendara juga sangat berpengaruh. Mengemudi secara agresif dengan sering menekan pedal gas dalam akan membuat mesin bensin lebih dominan bekerja," ucap Hariadi.
Kondisi lalu lintas juga memainkan peran penting. Kemacetan parah atau perjalanan jarak pendek membuat kendaraan butuh tenaga lebih besar untuk memulai jalan.
Perawatan mesin yang kurang baik juga dapat menyebabkan konsumsi BBM meningkat.
Filter udara kotor, busi lemah, atau sistem pembakaran yang tidak optimal akan membebani mesin.
Baca Juga: Baru Tahu, Mobil Hybrid Suzuki Punya Fitur yang Bikin Bensin Ngirit 2 Liter
"Penting sekali melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, tujuannya untuk memastikan semua sistem bekerja dengan optimal," ucap Hariadi.
Faktor sederhana seperti tekanan ban yang kurang atau beban kendaraan yang berlebih juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar, bahkan pada mobil hybrid sekalipun.
Selain itu, kemungkinan adanya masalah pada sensor atau sistem manajemen hybrid juga perlu dipertimbangkan.
Sistem yang tidak bekerja normal bisa membuat efisiensi menurun tanpa kerusakan pada baterai.
"Tanda bila ada masalah pada baterai akan muncul indikator atau pemberitahuan di speedometer terkait kesehatan baterai, bila tanda itu muncul konsumen perlu ke bengkel resmi," ucap Hariadi.
Umur baterai tetap menjadi faktor penting. Pada umumnya, baterai hybrid memiliki masa pakai cukup panjang, tergantung penggunaan dan perawatan.
Kesimpulannya, konsumsi BBM yang lebih boros pada mobil hybrid bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Baterai yang mulai lemah memang salah satunya, tetapi perlu dilihat bersama gejala lain sebelum memastikan penyebab utamanya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR