GridOto.com - Harga mobil listrik bekas mulai mengalami penyesuaian di pasar.
Kondisi tersebut membuat banyak konsumen mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif mobil harian.
Namun, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, mengingatkan bahwa pasar mobil bekas listrik memiliki karakter yang berbeda dibanding mobil bermesin pembakaran internal (ICE).
Menurut Ricky, laju perkembangan teknologi kendaraan listrik membuat nilai sebuah mobil bisa berubah lebih cepat.
"Kalau mobil bensin perubahan teknologinya bertahap. Tapi mobil listrik sekarang perkembangannya sangat cepat, mirip seperti handphone," ujar Ricky.
Ia mencontohkan perbedaan teknologi antara Hyundai IONIQ generasi awal dengan model yang dipasarkan saat ini.
"IONIQ generasi awal dibanding yang sekarang beda jauh. Mulai dari teknologi baterai, fitur keselamatan sampai kemampuan sistem bantu mengemudi," katanya.
Karena itu, Ricky menyarankan konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik lebih baik membeli unit baru apabila dana mencukupi.
"Kalau beli EV, saya lebih menyarankan beli baru lalu dipakai sampai habis masa pakainya. Sekarang pilihan mobil listrik baru juga sudah semakin banyak dengan harga yang makin terjangkau," jelasnya.
Baca Juga: Gimana Resale Value Mobil Bekas Listrik, Ini Pendapat Pedagang
Di sisi lain, Ricky menilai kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan dari sisi biaya operasional.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR