Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Musim Liburan Motoran ke Pegunungan Wajib Waspada, Ahli Safety Ingatkan Teknik Ini Biar Selamat

Dida Argadea - Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi matic di jalan turunan
Dok. Astra Honda Motor
Ilustrasi matic di jalan turunan

GridOto.com - Memasuki musim liburan lokasi-lokasi wisata tak terkecuali di pegunungan pasti akan ramai diserbu wisatawan.

Jika Anda adalah salah satu yang berencana healing ke pegunungan, ada baiknya pelajari dulu cara berkendara yang aman.

Karena trek di pegunungan umumnya akan menyuguhkan banyak tanjakan atau turunan panjang.

Lay out seperti ini bisa jadi ancaman bahaya, utamanya bagi para pengendara motor yang kurang terampil.

Turunan panjang misalnya, rawan menyebabkan rem blong utamanya bagi pengendara matic.

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, mengingatkan bahwa teknik yang salah dalam pengereman kerap jadi pemicunya.

"Ketika menahan tuas rem terus-menerus sepanjang turunan, piringan dan kampas rem akan bergesekan tanpa henti hingga mencapai suhu ratusan derajat Celsius. Efeknya, minyak rem mendidih, memunculkan gelembung udara, dan membuat rem terasa kosong atau blong saat ditekan," ungkap Oke dalam keterangan resminya.

Oke menyarankan agar tidak menekan tuas rem secara konstan, namun selingi dengan jeda beberapa saat agar suhu rem menurun.

"Tekan rem dengan kuat untuk mengurangi kecepatan, lalu lepas sesaat agar angin segar mendinginkan cakram, kemudian tekan kembali saat kecepatan mulai meningkat," paparnya.

Baca Juga: Banyak Ditemui, Ternyata Bonceng Anak di Depan Simpan Risiko Ngeri, Ini Saran Ahli Safety

Kemudian, ia juga menegaskan bahwa pengguna matic juga harus bisa memanfaatkan engine brake untuk membantu pengereman.

Karena menurut Oke, masih banyak yang salah kaprah mengira motor matik tidak punya engine brake.

"Caranya, saat memasuki turunan, jangan tutup gas sekecil mungkin atau membiarkan motor meluncur bebas. Pertahankan sedikit puntiran gas sekitar 5% hingga 10% agar kopling sentrifugal tetap mengikat rumah kopling. Maka akan merasakan motor seperti tertahan dan tidak meluncur liar," jelas Oke.

Pembagian porsi penggunaan rem juga tak kalah penting.

Masih menurut Oke, kedua harus digunakan bersamaan namun dengan porsi yang berbeda, tepatnya rem depan sebagai penghenti laju utama dengan porsi 60%, dan rem belakang sebagai penyeimbang, porsinya 40%.

Terakhir, perlengkapan berkendara yang lengkap juga selalu harus digunakan, utamanya helm, jaket, celana dan sepatu untuk menghindari dampak lebih parah jika sampai terjadi kecelakaan.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa