GridOto.com - Keputusan mengejutkan datang dari gelaran balap Moto3.
Bos MotoGP, Carlos Ezpeleta memutuskan untuk menjadikan gelaran Moto3 dengan satu pemasok motor Yamaha mulai 2028.
Hal ini dilakukan untuk menekan biaya kompetisi.
Yamaha mengungkapkan motor barunya yang belum memiliki nama resmi akan menggunakan mesin berbasis R7.
Motor prototipe balap itu diklaim menghasilkan tenaga 90 dk dengan bobot hanya 120 kg.
Saat ini Moto3 masih menggunakan motor prototipe buatan Honda dan KTM.
Namun, biaya operasional satu motor untuk semusim bisa tembus 150.000 dolar AS.
MotoGP juga berencana menggunakan motor Yamaha tersebut di berbagai ajang pembinaan pembalap dengan regulasi Moto3 di masa depan.
Baca Juga: Naik 15 Posisi dari Start, Veda Ega Pratama Finish P5 dan Cetak Lap Time Tercepat di Moto3 Ceko
Konsep pemasok tunggal sebenarnya bukan hal baru.
Sejak menggantikan kelas 250 cc pada 2010, Moto2 menggunakan mesin standar, awalnya dari Honda dan sejak 2019 beralih ke Triumph.
Bedanya, Moto2 masih memberi kebebasan bagi beberapa produsen sasis.
Lalu mengapa Moto3 tidak menerapkan sistem serupa?
Ezpeleta menegaskan, tujuan utama perubahan ini adalah menjaga biaya tetap terkendali agar jalur pembinaan menuju MotoGP semakin sehat.
"Pengalaman kami menunjukkan bahwa Moto2 dan Moto3 ada untuk menghasilkan balapan yang menarik sekaligus membina talenta menuju MotoGP," kata Ezpeleta.
"Untuk mencapai tujuan itu, biaya harus dikendalikan. Cara paling efektif adalah menggunakan satu pemasok." tambahnya menukil Crash.net.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Yamaha tidak berarti pabrikan yang selama ini terlibat, seperti Honda dan KTM, harus menghentikan program pembinaan pembalap muda mereka.
Baca Juga: Epik! Kiandra Ramadhipa Sabet Podium Tertinggi di Moto3 Estoril, Ukir Rekor Langka Nih
"Mereka tetap bisa menjalankan program pembinaan seperti sekarang. Hanya saja, bukan berarti mereka harus menjadi pembuat motornya," ujarnya.
Menurut Ezpeleta, persaingan antarprodusen justru membuat biaya terus meningkat.
"Pengalaman membuktikan bahwa ketika ada persaingan antar pabrikan, berapa pun skala kompetisinya, biaya akan terus naik. Karena itu sejak awal keputusan menggunakan satu pemasok sudah sangat jelas bagi kami."
Ia juga yakin status Moto3 sebagai kelas Kejuaraan Dunia tidak akan berkurang meski memakai motor yang sama.
"Sama sekali tidak," tegas Ezpeleta.
"Saat Moto2 menggantikan kelas 250cc pada 2010, tidak ada yang menganggap Moto2 hanya sebagai ajang one-make cup. Meski menggunakan mesin yang sama, para pembalap tetap memperebutkan gelar juara dunia, dan Moto3 juga akan tetap seperti itu."
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR