Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Menunda Servis dan Perbaikan Ringan Bisa Berujung Biaya Lebih Besar

Fahmy Fauzy Muhammad - Jumat, 26 Juni 2026 | 11:00 WIB
ILUSTRASI. Servis mobil dengan kain penutup cover fender.
Radityo Herdianto / GridOto.com
ILUSTRASI. Servis mobil dengan kain penutup cover fender.

GridOto.com- Masih banyak pemilik mobil yang menunda servis rutin atau perbaikan ringan dengan alasan ingin menghemat pengeluaran.

Padahal, kebiasaan tersebut justru sering menjadi awal munculnya kerusakan yang lebih besar.

Saat dihubungi GridOto melalui sambungan telepon, Henry Ariansyah, pemilik bengkel Rumsitor di Larangan, Tangerang, mengatakan bahwa kerusakan kecil sebaiknya segera ditangani sebelum merembet ke komponen lain.

"Yang sering kejadian itu kerusakan kecil dibiarin terus, ujungnta merusak bagian lain, biayanya jadi jauh lebih mahal," ujar Henry.

Menurutnya, salah satu kasus yang paling sering ditemui adalah pemilik kendaraan yang terlambat mengganti oli mesin.

Proses ganti oli mobil
FahmyFM/GridOto.com
Proses ganti oli mobil

Baca Juga: Kunci Darurat di Toyota Veloz Hybrid, Begini Cara Pakai dan Fungsinya

Oli yang sudah melewati masa pakainya akan mengalami penurunan kualitas dan kemampuan melumasi komponen mesin.

Jika terus digunakan, oli bisa berubah menjadi kotoran pekat atau sludge yang mengganggu sirkulasi pelumasan.

Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan suhu kerja mesin menjadi lebih tinggi dari kondisi normal.

Dalam kondisi yang lebih parah, kerusakan bisa menjalar hingga ke komponen internal mesin yang biaya perbaikannya tidak murah.

Selain oli, filter udara dan busi juga menjadi komponen yang sering diabaikan pemilik kendaraan.

Filter Udara Mobil Bersih Bisa Bantu Pembakaran BBM Lebih Optimal
FahmyFM/GridOto.com
Filter Udara Mobil Bersih Bisa Bantu Pembakaran BBM Lebih Optimal

Baca Juga: Komponen Mobil Punya Umur Pakai Meski Kendaraan Jarang Dipakai

Padahal filter udara yang kotor dapat menghambat pasokan udara ke ruang bakar sehingga proses pembakaran tidak berlangsung optimal.

Kondisi tersebut membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan performa mesin menurun.

Henry juga mengingatkan agar pemilik mobil tidak menunda penggantian kampas rem yang sudah aus.

Menurutnya, kampas rem yang terlalu tipis dapat merusak permukaan piringan cakram jika terus digunakan.

Akibatnya, pemilik kendaraan tidak hanya mengganti kampas rem, tetapi juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki atau mengganti cakram rem.

Editor : Dwi Wahyu R.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa