GridOto.com - Pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya sejumlah pemain baru, DFSK menyiapkan strategi untuk memperkuat posisi melalui pengembangan produk, teknologi, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Saat ini, pasar PHEV Indonesia masih dipimpin oleh Chery melalui lini Tiggo CSH.
Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan PHEV periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.601 unit, naik lebih dari 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 504 unit.
Chery Tiggo 8 CSH menjadi model dengan distribusi terbanyak yakni 1.190 unit, disusul Tiggo 9 CSH sebanyak 300 unit.
Total kedua model tersebut menyumbang sekitar 57 persen dari keseluruhan pasar PHEV nasional.
Di tengah dominasi tersebut, DFSK melihat pertumbuhan kendaraan elektrifikasi sebagai peluang untuk memperluas penetrasi pasar.
Amy Gong, President of DFSK, mengatakan pihaknya tidak hanya mengejar posisi pasar dalam jangka pendek, tetapi berfokus pada pembangunan nilai produk dan teknologi secara berkelanjutan.
"Kami melihat perkembangan segmen kendaraan elektrifikasi di Indonesia sebagai tren positif yang sejalan dengan perkembangan elektrifikasi global. Pertumbuhan segmen ini pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi konsumen dengan meningkatkan kesadaran, mempercepat adopsi, serta mendorong pengembangan infrastruktur," ujar Amy Gong kepada GridOto.com di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: DFSK E5 Plus Siap Untuk Pasar Indonesia, Begini Kata Bos DFSK Pusat
Menurut Amy, strategi DFSK dalam menghadapi kompetisi pasar PHEV akan dilakukan dengan menghadirkan kendaraan energi baru yang memiliki teknologi tinggi namun tetap mudah dijangkau konsumen.
"Fokus utama DFSK adalah menghadirkan kendaraan energi baru berkualitas tinggi dan mudah dijangkau, yang memberikan pengalaman mobilitas lebih pintar, ekonomis, dan nyaman bagi pengguna," katanya.
Salah satu langkah DFSK adalah memperkuat lini kendaraan elektrifikasi melalui E5 Plus versi setir kanan atau right hand drive (RHD).
Model tersebut resmi debut global dalam ajang 2026 International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).
Kehadiran E5 Plus RHD menjadi bagian dari upaya DFSK memperluas jajaran kendaraan energi baru ke negara-negara dengan konfigurasi setir kanan, termasuk Indonesia.
Secara global, E5 Plus dibekali teknologi plug-in hybrid dengan mesin 1.500 cc dan baterai berkapasitas maksimum 25,3 kWh.
Mobil ini diklaim mampu melaju hingga 135 km dalam mode listrik murni berdasarkan pengujian WLTP.
Dengan kombinasi mesin dan baterai, jarak tempuh total E5 Plus mencapai 1.200 km berdasarkan standar WLTP.
Sementara konsumsi bahan bakarnya diklaim berada di angka 5,7 liter per 100 km.
Amy menjelaskan, teknologi SERES Super Hybrid yang diusung E5 Plus menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan DFSK untuk memberikan fleksibilitas kepada pengguna kendaraan elektrifikasi.
"Inovasi kami dirancang berdasarkan kebutuhan nyata konsumen. Contohnya, sistem SERES Super Hybrid pada E5 Plus memungkinkan pengalaman berkendara listrik murni yang halus dan senyap untuk penggunaan harian di perkotaan, sekaligus memberikan kemampuan jarak jauh yang mengurangi kekhawatiran terkait jangkauan perjalanan," jelasnya.
Selain mengandalkan produk, DFSK juga menilai pengembangan pasar kendaraan elektrifikasi membutuhkan pendekatan jangka panjang melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem.
"Pengembangan otomotif merupakan komitmen jangka panjang. Kami terus memperkuat kehadiran di pasar lokal dan global dengan pendekatan terbuka dan kolaboratif," tutur Amy.
"Alih-alih hanya berfokus pada posisi pasar jangka pendek, kami terus berinvestasi dalam nilai produk, teknologi, dan layanan global untuk mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan di Asia Tenggara," tambahnya.
Dengan semakin banyaknya model PHEV yang hadir dari berbagai merek seperti Chery, Wuling, Jaecoo, dan Geely, DFSK berharap kombinasi teknologi hybrid canggih, efisiensi, serta pengalaman berkendara yang ditawarkan dapat menjadi modal untuk merebut perhatian konsumen Indonesia.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR