GridOto.com - Upaya untuk meningkatkan keselamatan saat melakukan start balapan di MotoGP justru menuai penolakan dari para pembalap.
Bahkan, salah satu pembalap menyebut solusi yang diuji coba pada hari Jumat di Brno membuat momen start menjadi lebih berbahaya.
Hari Jumat di MotoGP Ceko sebagian besar berjalan seperti sesi latihan biasa di Brno.
Marc Marquez langsung melesat cepat, duo Aprilia lebih kencang di sore hari, KTM tampil kompetitif meski belum jadi favorit utama, dan Yamaha masih kedodoran.
Namun, ada yang berbeda di akhir hari, yaitu adanya sesi latihan start tambahan di akhir sesi Practice.
Sesi latihan start setelah FP1 berjalan seperti biasa.
Namun, sesi setelah Practice sore adalah hal baru, yang sengaja diperkenalkan oleh MotoGP akhir pekan ini untuk menguji solusi potensial terkait masalah keselamatan saat start masalah yang sangat sering terjadi dalam beberapa seri terakhir, termasuk pada balapan sebelumnya di Hungaria.
Baca Juga: MotoGP Masuk Babak Baru, Lima Pabrikan Kompak Teken Kesepakatan Sampai 2031
Solusi yang diuji coba adalah dengan menonaktifkan perangkat start depan (front start device) dan hanya mengaktifkan perangkat belakang saat lepas landas dari garis start.
Ide di balik regulasi ini adalah agar proses pengereman di tikungan pertama terasa lebih 'alami', karena pembalap akan mendapatkan jarak main suspensi (suspension travel) yang penuh saat mulai mengerem, sehingga mereka tidak perlu mengerem terlalu keras hanya demi 'melepas kuncian' garpu depan.
Uji coba ini bersifat opsional, jadi tidak semua pembalap melakukan start tanpa perangkat depan.
Namun, beberapa pembalap mencobanya, termasuk Pedro Acosta, yang memberikan kesan kurang positif.
"Menurut saya ini bahkan lebih berbahaya," kata Acosta.
"Jika perangkat belakang masih aktif sementara bagian depan sudah normal, motor menjadi sulit dibelokkan. Bagian depan seperti terangkat. Selain itu, Anda bisa menyentuh belly pan dan jika ada lubang pada bagian tersebut, Anda bisa didiskualifikasi." tambahnya.
Sekarang masalahnya adalah bagian belakang kembali naik tergantung bagaimana kita menyetel perangkatnya, jadi manuver yang tidak alami ini durasinya menjadi lebih lama.
"Karena alasan ini pula rasanya tidak sama. Saya rasa ini bukan hal yang paling aman." ujarnya.
Baca Juga: Bukan Quartararo, Yamaha Tunjuk Pembalap Ini Untuk Tes Motor MotoGP 850cc
Menurut saya, jika mereka ingin mempertahankan perangkat ini saat start, mereka juga harus bisa mempertahankannya di dalam trek.
Namun, jika mereka memutuskan untuk menghapus semuanya saat start, saya pikir kita juga harus menghapusnya saat sedang berkendara selama balapan saat menggunakan ride height device.
"Pilihannya adalah pakai semuanya atau tidak sama sekali. Karena pada akhirnya, ini hanya masalah waktu sampai kita balapan tanpa perangkat itu. Ini hanya soal waktu empat bulan saja." tutupnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR