Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pertamina Ungkap Harga Asli Pertalite per Liter, Pertamax Masih Lebih Murah

Ferdian - Jumat, 19 Juni 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi isi Pertalite di SPBU
Dok. Pertamina
Ilustrasi isi Pertalite di SPBU

GridOto.com - Viral belum lama ini struk transaksi pembelian Pertalite yang diunggah oleh warga di media sosial.

Pada struk tersebut tertulis harga Pertalite adalah Rp18.040 per liter, namun karena memperoleh subsidi dari pemerintah menjadi Rp10.000 per liter.

Dari struk tersebut, publik pun mempertanyakan mengapa justru harga Pertalite lebih mahal dibandingkan Pertamax.

Padahal dari sisi kualitas, lebih baik Pertamax ketimbang Pertalite.

Ini yang kemudian publik berasumsi dan berkesimpulan jika harga asli BBM jenis Pertalite lebih mahal dibandingkan Pertamax.

Adapun harga asli yang dimaksud adalah harga keekonomian BBM itu tanpa diberikan subsidi dari pemerintah.

Sebagai informasi, Pertalite mempunyai nilai oktan atau RON lebih rendah dibandingkan Pertamax.

Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax bernilai oktan RON 92.

Baca Juga: Heboh Rumor Pertalite Dihapus, Pertamina Langsung Tegaskan Ini

Lantas, berapa harga asli Pertalite dan selisihnya dengan Pertamax?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan, selisih harga keekonomian Pertalite dan harga jualnya di SPBU ditanggung oleh pemerintah.

"Program subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah,” katanya seperti melansir Kompas.com, Rabu (17/6/2026).

“Subsidi diberikan pada Pertalite dan Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah," sambungnya.

Pernyataan Roberth itu sebagai respons terkait ramainya bukti struk pembelian BBM di salah satu SPBU yang menampilkan rincian harga asli Pertalite.

Berdasarkan struk transaksi 11 Juni 2026, tertera bahwa harga asli Pertalite mencapai Rp18.040 per liter.

Sementara itu, pembeli hanya perlu membayar Rp 10.000 per liter.

Artinya, subsidi yang diberikan pemerintah sebesar Rp 8.040 per liter untuk Pertalite.

Baca Juga: Biar Bisa Isi Pertalite dan Solar Subsidi, Ini Cara Daftar Barcode Pertamina 2026

Lebih jauh, harga jual Pertamax yang merupakan BBM nonsubsidi, sebesar Rp16.250 per liter untuk beberapa wilayah.

Jika dibandingkan harga asli Pertalite, Pertamax terhitung lebih murah sekira Rp1.790 per liter.

Roberth menyatakan, Pertamax merupakan jenis BBM yang harganya jualnya mengikuti fluktuasi pasar.

Menurutnya, penetapan harga Pertamax adalah keputusan yang mempertimbangkan berbagai aspek, terutama pergerakan harga minyak dunia.

Pertamina sempat menahan harga Pertamax sejak 1 April 2026 sebesar Rp12.300 per liter, di tengah melonjaknya harga minyak dunia.

Keputusan itu merupakan hasil koordinasi Pertamina dengan pemerintah.

Namun demikian, penyesuaian akhirnya dilakukan pada 10 Juni 2026 dengan kini harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter.

"Penyesuaian harga jual Pertamax dalam rangka mengamankan daya beli dan ekonomi serta menyesuaikan agar beban fiskal pemerintah serta badan usaha tetap kondusif," kata Roberth.

Baca Juga: Kabar Pembatasan Pertalite Rp 50.000 Ramai Beredar, Pertamina Tegaskan Hal Ini

Roberth menerangkan, besaran harga Pertamax Rp16.250 per liter sebenarnya masih berada di bawah harga keekonomian atau harga pasar.

Dia menekankan, jika harga jual Pertamax sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian, nilainya akan lebih tinggi dibandingkan harga Pertalite.

Namun demikian, Roberth tidak menyebutkan besaran harga Pertamax yang seharusnya.

"Apabila Pertamax mengacu harga keekonomian yang seharusnya, akan lebih mahal dari Pertalite tanpa subsidi,” tutur Roberth.

“Poin pentingnya adalah bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya dan Pertamina,” sambungnya.

Menurutnya, penyesuaian harga BBM pada dasarnya tidak hanya dilakukan Pertamina, tetapi juga oleh badan usaha swasta lainnya karena memang mengikuti pergerakan harga pasar.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa