Selain itu, emisi gas buang kendaraan dapat ditekan hingga 99 persen.
Dari sisi efisiensi energi, truk listrik disebut 62–87 persen lebih efisien dibandingkan truk diesel konvensional.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, peralihan ke truk listrik juga dinilai mampu mengurangi beban subsidi dan kompensasi BBM yang selama ini ditanggung pemerintah.
Kepala Kebijakan Transisi dan Dekarbonisasi IESR, Ilham Rizqian Fahreza Surya, menyebut setiap unit truk listrik yang beroperasi diperkirakan dapat mengurangi beban subsidi dan kompensasi sekitar Rp 21 juta per tahun pada 2030.
Nilai tersebut bahkan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp 50 juta per unit per tahun pada 2060.
“Transisi menuju truk tanpa emisi tidak hanya relevan dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi ekonomi dan fiskal. Elektrifikasi truk dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada diesel, menekan risiko fluktuasi harga minyak global, serta membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk pembangunan,” kata Ilham.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga tengah menyiapkan peta jalan dekarbonisasi dan transisi energi sektor transportasi.
Plt. Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan, Reza Hertantyo, menjelaskan kebijakan yang disiapkan mencakup penerapan standar emisi Euro 4, pengembangan biodiesel, percepatan elektrifikasi kendaraan komersial, hingga implementasi kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading).
“Peta jalan ini akan memuat baseline emisi, target dan potensi pengurangan emisi, proyeksi bauran energi, serta strategi dekarbonisasi transportasi yang dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan berdaya saing,” jelas Reza.
Baca Juga: DCVI Gandeng Karoseri Metalindo Teknik Utama, Bangun Truk Mercedes-Benz Beragam Model
Untuk mempercepat adopsi truk listrik, IESR merekomendasikan beberapa langkah, mulai dari penerapan standar efisiensi bahan bakar yang lebih ketat, pemberian insentif bagi produsen yang membawa model truk listrik ke Indonesia, hingga pembangunan jaringan stasiun pengisian daya di koridor logistik utama.
Dalam kajian tersebut, kebutuhan awal hingga 2030 diperkirakan memerlukan titik pengisian daya berkapasitas 230 kW yang tersebar di sedikitnya 27 lokasi strategis di Pulau Jawa dan Sumatera.
Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan skema pembiayaan yang tepat, elektrifikasi truk diyakini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi sektor logistik sekaligus membantu pencapaian target pengurangan emisi nasional.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR