GridOto.com - Salah satu fitur unggulan yang tertanam di Mitsubishi Xforce yakni Active Yaw Control (AYC).
Fitur ini membuat tikungan tajam bukan jadi momok menakutkan lagi, karena mobil lebih stabil dan tak terasa membuang keluar.
Artinya teknologi canggih ini membuat handling Xforce jadi lebih presisi, stabil dan responsif, terutama saat bermanuver di tikungan.
Untuk lebih jelas, berikut keunggulan fitur AYC di Mitsubishi Xforce yang dikutip dari siaran resminya:
1. Lebih Stabil Saat Harus Menikung Tajam
Dengan AYC, sistem akan secara aktif mengatur pengereman agar beban roda lebih seimbang saat menikung.
Hasilnya, mobil tetap stabil dan tidak terasa membuang keluar. Sehingga cukup membantu di jalanan berliku atau saat mobil harus menikung tajam saat diperlukan.
2. Handling Lebih Presisi dan Responsif
Saat pengemudi membelokkan setir, gerakan mobil terasa responsif sesuai dengan input kemudi.
Berkat fitur AYC, pengemudi lebih percaya diri dan merasa 'terhubung' dengan mobil, bahkan saat melaju di kecepatan tinggi atau kondisi jalan yang tidak ideal.
Baca Juga: Sekali Full Tank Bisa Jalan 750 Km, Mitsubishi Xforce Hybrid Jajaki Pasar Baru
3. Mengurangi Risiko Understeer
Understeer adalah kondisi mobil sulit berbelok dan cenderung berjalan melawan arah setir.
Dengan fitur AYC bisa mengurangi risiko ini dengan menyesuaikan torsi pengereman secara real-time sehingga mobil tetap patuh terhadap arah kemudi.
4. Aman di Permukaan Jalan Licin atau Tidak Rata
AYC juga membantu menjaga grip di kondisi jalan basah, berpasir, atau tidak rata.
Misalnya saat belok di aspal basah, AYC memastikan ban depan tidak kehilangan cengkeraman, menjaga mobil tetap terkendali.
5. Bekerja Sama Dengan Drive Mode
AYC bekerja dengan menggabungkan data dari ABS, throttle sensor, putaran mesin dan juga sudut setir.
Fitur ini akan bekerja saat pengemudi memakai mode berkendara.
Misalnya pada mode Wet, AYC akan mengatur putaran roda dengan membatasi respons throttle dan mengaktifkan traction control agar mobil lebih bisa dikendalikan di jalanan basah.
Sementara pada mode Gravel, setir akan terasa lebih berat agar pengemudi tidak mudah membelokkan setir di permukaan jalan berpasir sehingga mobil tetap dalam kendali.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR