"Pertama di tanggal 19 menggunakan mobil Mercy malam hari dan sudah dua kali lolos, modusnya tarik tunai, kalau di pom bensin bisa sekalian isi bensin dan tarik tunai. Dia sudah berulang kali melakukan transaksi seperti itu," ujar Edison.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga memperlihatkan bukti transfer yang telah direkayasa sehingga tampak seolah-olah dana sudah masuk ke rekening tujuan.
Karena tidak langsung melakukan pengecekan rekening, operator SPBU baru menyadari adanya penipuan setelah pelaku meninggalkan lokasi.
Pada kesempatan berikutnya, R kembali mendatangi SPBU menggunakan Toyota Fortuner yang dipasangi pelat nomor palsu.
Namun kali ini aksinya terendus karena operator SPBU mengenali pelaku dari kejadian sebelumnya dan segera menghubungi polisi.
Baca Juga: Modal 49 Barcode, Mafia Pertalite yang Gandeng Orang Dalam SPBU Digulung di Bogor
"Operator (SPBU) telepon ke kita, kita langsung ke lokasi, intai, begitu transaksi, kita sergap. Kita tanya pelat nomor, ternyata palsu, dan mobilnya mobil pinjam," kata Edison.
Petugas kemudian mengamankan pelaku beserta mobil yang digunakan dan pelat nomor palsu yang terpasang pada mobil tersebut.
"Ya, pelaku diamankan berikut mobil. Mobilnya kita amankan, berikut pelaku, berikut plat palsu itu," ujar Edison.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa di sekitar 10 SPBU yang tersebar di wilayah Bogor dan Depok.
Rinciannya, lima SPBU berada di Cileungsi, dua di Jonggol, serta masing-masing satu lokasi di Bogor Kota, Depok, dan Leuwiliang.
Polisi menyebut pelaku beraksi seorang diri tanpa keterlibatan kelompok atau sindikat tertentu. Bahkan, untuk mengelabui petugas dan operator SPBU, pelaku sempat menyamar menggunakan seragam sekolah saat beraksi di Bogor Kota.
"Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu yang di Bogor Kota," ujar Edison.
Baca Juga: Jambak dan Pukul 4 Petugas SPBU 3 Bulan Lalu, Oknum ASN di Tuban Divonis 8 Bulan Penjara
Saat ini, nilai kerugian yang tercatat dalam laporan polisi mencapai Rp 2 juta, berasal dari kasus yang terjadi di SPBU Jalan Raya Narogong.
"Kerugian yang kita tangani sekarang yang ada di laporan kita Rp 2 juta yaitu yang di pom bensin di Jalan Narogong. Yang lainnya mungkin menyusul, mereka antri buat laporan," kata Edison.
Polisi memperkirakan jumlah korban maupun total kerugian akan terus bertambah karena masih ada sejumlah pengelola SPBU lain yang berencana melaporkan kasus serupa.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR