Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Musim Kemarau Datang, Suzuki Ingatkan Bahaya Kondensor AC Kotor

M. Adam Samudra - Rabu, 20 Mei 2026 | 12:00 WIB
Musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dengan cuaca yang lebih panas dan kering. Kondisi ini bikin penggunaan AC mobil makin intens,
Istimewa
Musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dengan cuaca yang lebih panas dan kering. Kondisi ini bikin penggunaan AC mobil makin intens,

 

GridOto.com - Musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dengan cuaca yang lebih panas dan kering. Kondisi ini bikin penggunaan AC mobil makin intens, apalagi saat berkendara siang hari di tengah kemacetan.

Namun, banyak pemilik mobil belum sadar kalau performa AC ternyata bisa menurun hanya gara-gara satu komponen yang sering luput diperhatikan, yakni kondensor AC.

Komponen ini berada di balik gril depan mobil dan bertugas membuang panas dari refrigeran agar udara di kabin tetap dingin.

Karena posisinya terbuka langsung ke arah depan, kondensor jadi bagian yang paling rentan terkena debu, pasir, hingga kotoran jalan.

Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi mengatakan, banyak pemilik kendaraan tidak menyadari pentingnya menjaga kebersihan kondensor.

“Komponen ini sering luput dari perhatian pemilik mobil karena posisinya tersembunyi. Salah satu potensi yang dapat mempengaruhi kinerjanya adalah kotoran. Jika dibiarkan dapat mempengaruhi kinerja AC ataupun membebani komponen lainnya,” ujarnya.

Secara teknis, kondensor AC bekerja mengubah refrigeran dari gas bertekanan tinggi menjadi cair dengan cara membuang panas ke udara bebas.

Proses pendinginan tersebut dibantu aliran udara dari depan saat mobil melaju, atau dibantu kipas tambahan alias extra fan ketika kendaraan berhenti.

Karena punya kisi-kisi rapat dan sirip aluminium tipis, kotoran yang menempel bisa menghambat proses pelepasan panas.

Baca Juga: Siap Diajak Berpetualang, Suzuki Super Carry Ini Bisa Jalan 600 Km Sekali Full Tank

Efeknya, AC jadi kurang dingin meski blower masih terasa kencang.

Bahkan dalam kondisi lebih parah, kompresor AC bisa bekerja lebih berat akibat tekanan sistem meningkat.

“Kalau panas tidak terbuang sempurna, kompresor dipaksa bekerja lebih keras. Ini bisa memperpendek usia pakai kompresor,” jelas Hariadi.

Selain membuat kabin kurang sejuk, beban kerja AC yang terlalu berat juga bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan.

Untuk mencegah masalah tersebut, pemilik mobil disarankan rutin membersihkan area kondensor saat mencuci mobil.

Caranya cukup menyemprot bagian gril depan menggunakan air bertekanan sedang untuk membantu merontokkan debu dan kotoran yang menempel.

Namun, pemilik kendaraan diminta tidak menggunakan semprotan tekanan tinggi karena berisiko membengkokkan sirip aluminium pada kondensor.

Selain itu, kondisi extra fan juga perlu dicek secara berkala karena berfungsi membantu pendinginan saat mobil berhenti atau terjebak macet.

Jika kondisi kondensor sudah terlalu kotor atau banyak sirip yang bengkok, penanganannya disarankan dilakukan di bengkel resmi agar tidak merusak komponen.

“Dalam cuaca yang sangat panas, AC yang dingin adalah hal pertama yang paling dibutuhkan di dalam mobil. Karena itu pengecekan sistem AC secara menyeluruh penting dilakukan agar perjalanan tetap nyaman,” tutup Hariadi.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa