Menurut Sigit, Adira Finance juga telah menyiapkan sejumlah langkah preventif untuk menghadapi potensi peningkatan kredit bermasalah akibat kondisi ekonomi saat ini.
“Di sisi lain perusahaan juga sudah menyiapkan beberapa langkah. Ketika memang fenomena ini terjadi, kita sudah melakukan beberapa hal preventif,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan agar tingkat kredit macet tetap terjaga dan tidak mengalami lonjakan di kemudian hari.
“Dalam arti kita menjaga juga ke depannya, biar tidak terjadi kredit macet,” lanjut Sigit.
Selain itu, Adira Finance kini juga disebut lebih selektif dalam melakukan akuisisi konsumen pembiayaan kendaraan.
“Di depan itu kita lebih selektif untuk mengakuisisi customer,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini pengajuan kredit kendaraan tidak lagi semudah sebelumnya, baik untuk mobil baru, mobil bekas, maupun pinjaman dana tunai.
“Customer saat ini tidak terlalu gampang untuk mengambil kredit. Baik itu mobil baru, mobil bekas ataupun pinjam dana,” tuturnya.
Adira Finance juga memanfaatkan sistem pengecekan riwayat kredit untuk menilai kelayakan konsumen sebelum pembiayaan disetujui.
“Apalagi sekarang banyak pelayanan yang sudah kita sediakan. Ada yang namanya SLIK. SLIK bisa membaca semua hal terkait kredit yang dilakukan oleh customer,” pungkas Sigit.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR