GridOto.com - Penjualan XPENG di Indonesia menemui respons yang tinggi dari konsumen. Sampai-sampai untuk memiliki unit XPENG konsumen harus inden dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi ini menjadi perhatian PT Sinar Eka Selaras (Erajaya Active Lifestyle yang merupakan bagian dari Erajaya Group). Mereka pun menggandeng XPENG Pusat untuk membantu mempercepat produksi assembly di Indonesia.
Caranya dengan melakukan kesepakatan strategis lewat PT Eka Industri Otomotif (EIDO), perusahaan yang berfokus pada manufaktur atau perakitan kendaraan listrik. Di mana XPENG Global akan memiliki mayoritas saham di perusahaan tersebut. Sehingga penambahan jumlah produksi mobil di Tanah Air dibantu oleh XPENG.
Sementara operasional bisnis lainnya, seperti distribusi, penjualan dan layanan purna jual tetap dilakukan PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif yang merupakan entitas di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle.
"Kami mengundang XPENG Global untuk menjadi partnet kita masuk ke manufacturing. Tapi kita tetap sebagai APM-nya. Layanan penjualan, distribusi dan purna jualnya tetap kita yang layani," ungkap Djohan Sutanto di Jakarta baru-baru ini.
Bagi Erajaya Group, ini bukan hal pertama. Kerjasama serupa pernah terjadi di masa lalu dengan Xiaomi.
"Kami menyadari bahwa sewaktu-waktu kita harus fokus kepada core business kita. Core business kami bukan manufacturing," ujar Djohan.
Nah, dalam kerjasama dengan XPENG, rupanya gayung bersambut. XPENG Global mau masuk ke manufacturing dan ini pertama kalinya mereka melakukan Semi Knock Down di luar Cina.
"Kami berharap jika mereka melakukan itu, inden kita ini makin turun. Jangan sampai tiga bulan. Ada penambahan kapasitas produksi atau teknologi supaya lebih cepat," ulasnya.
Ternyata, kesepakatan strategis ini bukan hanya untuk memenuhi percepatan produksi dua model yang ada, yakni X9 dan G6. Melainkan terkait kehadiran dua model lagi tahun ini.
"Kalau itu masuk, sudah pasti kapasitas ini tidak cukup. Oleh karena itu kami minta expert yang ada di sana membantu kami," buka Djohan.
Diakui Djohan, dengan permintaan mencapai 700-800 unit sebulan, pihaknya belum sanggup untuk memenuhi. Ditambah dengan bakal munculnya dua model (salah satunya merupakan model termurah XPENG) maka kapasitas produksi tak akan cukup.
Ia belum dapat mengungkapkan apakah akan memakai fasilitas pabrik lain di luar PT Handal Indonesia Motor yang menjadi mitranya saat ini. Namun yang jelas akan ada penambahan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR