GridOto.com - Ganti oli mesin di motor bekas kesayangan kalian harus sesuai takarannya ya gaes.
Pasalnya, takaran oli mesin sudah disesuaikan oleh pabrikan masing-masing sesuai kapasitas mesinnya.
Namun, masih ada saja pemilik motor yang mengisi oli terlalu banyak dari anjuran pabrikan.
Misal aturannya hanya 800 ml tapi diisi sampai 1 liter karena tidak ada gelas ukur.
Menurut Ryan Fasha pemilik bengkel K.1 Garage, banyak efek negatif saat mengisi oli terlalu banyak.
"Yang pertama itu kalau oli terlalu banyak di motor manual cenderung bikin kopling slip," ucap Ryan, panggilannya.
"Power mesin juga kurang bertenaga dan bensin ujung-ujungnya jadi boros ," tegasnya di Jl. Mas Indah 14 Perum Papan Mas Blok G40 No.6, Bekasi, Tambun.
"Soalnya langkah piston jadi terlalu berat ketika mengisi oli lebih dari takarannya, karena segala komponen mesin itu pasti sudah dihitung secara presisi oleh pabrikan," yakin Ryan.
Selain itu Ryan juga menyebut kalau sil oli juga jadi rawan bocor karena oli yang kebanyakan bikin kinerja mesin jadi lebih berat yang bisa sebabkan suhu meningkat.
Seandainya sil oli bocor tentu oli juga rawan rembes dan keluar dari mesin.
Lanjut kalau kalian mengisi oli terlalu banyak efeknya bisa keluar dari mesin.
"Darimana keluarnya? Bisa lewat jalur pernapasan atau slang hawa, ini kondisi yang lumayan bahaya," wantinya.
"Oli mesin yang keluar tentu bisa bikin yang di dalam mesin berkurang, efeknya pelumasan bisa terganggu," terangnya.
Nah, kalau ada oli yang merembes dari slang hawa atau sampai naik ke filter udara itu tandanya kalian sering mengisi oli terlalu banyak.
"Seandainya terjadi sampai keluar lewat slang hawa baiknya ganti oli baru dan isi sesuai takaran yang dianjurkan," tutupnya.
Itula dia gaes, sebabnya kenapa ganti oli mesin motor bekas harus sesuai takaran.
Baca Juga: Ternyata Semudah Ini Setel Jarak Main Kopling Motor Bekas Manual
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR