“Saya telusuri bukti-buktinya, saya tahu ada pelaku yang mencurigakan dan kemungkinan warga desa sini karena berbaur juga pemuda-pemudi sini. Tapi dengan bukti CCTV yang masih terbatas jadi masih belum bisa disimpulkan,” ucap Khatrina.
Ia berharap kasus tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian maupun pemerintah desa.
“Saya mau viralin, saya enggak mau ini dianggap sepele. Ini sudah banyak korbannya,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Naswa Sajida, yang kehilangan Honda BeAT miliknya pada 2 Mei 2026.
“Kejadian jam 4 dini hari dan pas ketahuan itu jam setengah 6,” kata Naswa.
Menurutnya, motor diparkir dalam kondisi aman di area rumah yang sudah dipagar dan digembok.
Baca Juga: Polisi Intel Gugur di Tangan Maling Motor, Tembakan Meletus Sepulang Piket
Namun pelaku tetap berhasil membawa kabur kendaraan tersebut.
“Posisi tertutup dan dipagar, digembok,” ujarnya melansir Tribunnews.
Naswa mengaku langsung mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan beberapa jam setelah kejadian.
“Kemarin pas kejadian itu langsung lapor ke Polsek dan minta surat kehilangan. Itu pagi ya langsung ke sana jam 8 pagi," ucap Naswa.
Saat dimintai keterangan mengenai CCTV desa, Naswa menyebut kamera pengawas yang ada di lingkungan desa sedang tidak aktif.
“Dari sini juga minta CCTV desa, cuma tidak ada. Pas itu CCTV desanya mati dalam keadaan mati,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun warga, korban curanmor diduga tersebar di sejumlah titik di Desa Buyut hingga Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati.
Di antaranya Suniti, Lia Eriana, Sri Wahyuni, Carimi, Saesih, Oom Kumariyah, Nazwa Sajida, Arif Rahmanudin hingga Harmi.
Warga berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut karena masyarakat kini diliputi rasa waswas dan khawatir kejadian serupa kembali terulang.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR