GridOto.com - Ada pemandangan menarik saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, (7/5/26).
Yakni turut hadirnya mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine yang diketahui merupakan buatan PT Pindad (Persero).
Ini menjadi pertama kalinya Maung dipakai Presiden Prabowo dalam kunjungan ke luar negeri.
Padahal para pemimpin negara ASEAN lainnya disediakan sedan antipeluru mewah sebagai angkutannya.
"Untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia, hasil pengembangan industri pertahanan nasional," tulis keterangan sekretariat kabinet melalui Instagram resminya, (7/5/26).
"Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini," lanjutnya.
Maung MV3 Garuda itu pun juga digunakan Presiden saat menghadiri pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, (8/5/26).
Baca Juga: Maung MV3 Versi Senyap Segera Meluncur, Sudah Dijajal Menteri Pertahanan
Dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo datang ke acara KTT dengan menumpangi Maung MV3 Garuda Limousine warna putih.
Prabowo mengenakan jas warna hitam dilengkapi peci warna yang sama dan dasi biru muda.
Setelah turun dari mobil, Prabowo pun berjalan menyusuri karpet merah untuk memasuki ruangan acara KTT ASEAN.
Dia juga disambut Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. Keduanya pun bersalaman dan berfoto bersama.
Sebagai info, mobil kepresidenan yang digunakan Prabowo merupakan MV3 Garuda Limousine, varian terbaru dari keluarga Maung yang dikembangkan PT Pindad.
SUV itu memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter dengan bobot mencapai 2,95 ton.
Untuk dapur pacu, Maung MV3 Garuda dibekali mesin 2.200 cc bertenaga 199 dk yang dipadukan transmisi otomatis 8-percepatan.
Baca Juga: Ada Dua Tipe, Ini Spek Maung Pindad yang Akan Dipakai Semua Menteri Prabowo
Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 100 km per-jam.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Material bodi menggunakan composite armor yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193.
Selain itu, kaca juga memakai standar antipeluru level B5/B6 serta ban Run Flat Tyre (RFT) 21 inci yang tetap bisa digunakan meski bocor.
Sekretariat Kabinet menyebut penggunaan Maung di forum internasional bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kemandirian dan kemajuan industri nasional Indonesia.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR