Gridoto.com - Muhammad Kiandra Ramadhipa kembali membuat bangga pecinta balap Tanah Air setelah memenangkan Race 2 seri perdana Red Bull Rookies Cup yang berlangsung di Jerez, Spanyol, Minggu kemarin (26/4/2026).
Kemenangan ini sangat ikonik mengingat Rama yang memulai balapan dari posisi 17.
Diwawancara melalui sambungan Zoom, Ramadhipa mengungkapkan strategi yang digunakan untuk bisa menang di Race 2 kemarin.
Menjadi menarik mengingat Rama yang start dari posisi belakang harus mulai menekan dari awal hingga akhir balap sambal menjaga kondisi bannya.
Ia mengaku memilih untuk push sejak start demi menjaga posisi di rombongan depan.
“Strategi saya dari awal memang push terus sampai akhir,” buka pembalap jebolan Astra Honda Racing School (AHRS) ini.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Menggila di Jerez, Start P17 Berakhir Menang di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026
Saat balap, pembalap asal Sleman, Yogyakarta ini menyebut membaca pace pembalap lain di grup depan yang tidak terlalu berada di batas maksimal.
Hal ini terlihat dari catatan waktu saat balapan yang masih lebih lambat dibanding sesi kualifikasi.
“Saya lihat pace grup depan itu tidak terlalu kencang, masih di 1 menit 49 detik, padahal saat kualifikasi bisa 1 menit 48 detik,” jelas Rama.
Dari situ, pembalap berumur 16 tahun ini merasa memiliki ruang untuk meningkatkan kecepatan dan mencoba terus maju kedepan.
Keputusan untuk tetap bertahan di depan juga bukan tanpa alasan.
Menurut Rama, jika sampai tercecer ke belakang akan jauh lebih sulit untuk kembali menyalip ke posisi depan.
Baca Juga: Curhat Kiandra Ramadhipa Start Posisi 24 Bisa Finish Terdepan di ETC Catalunya
“Saya pilih stay di depan, karena kalau mundur akan lebih sulit untuk maju lagi,” lanjutnya.
Selain strategi balap, faktor manajemen ban juga jadi perhatian penting.
Rama menilai kondisi ban sangat krusial terutama saat memasuki lap terakhir.
“Manajemen ban itu penting, apalagi untuk last lap karena di situ kita harus attack full dari sektor satu sampai finish,” katanya.
Di Race 2 kemarin Rama menyebut kondisi bannya diakhir balap masih cukup baik berkat setelan motor yang sudah dipersiapkan sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi.
“Saya sudah setup suspensi dari FP1, FP2, sampai kualifikasi. Jadi cukup untuk mengatasi penurunan performa ban,” ungkapnya.
Dengan strategi dan perhitungan yang matang, Rama berhasil finish terdepan dan mengumandangkan Indonesia Raya di Eropa.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR