GridOto.com - Langkah akuisisi yang dilakukan Liberty Media terhadap Dorna Sport pada tahun 2025 membuat banyak perubahan dalam tatanan kejuaraan MotoGP.
Kondisi ini tampak menghapus privillage yang sebelummya dimiliki pembalap Spanyol, dan membuka peluang lebih besar pembalap dari belahan dunia lain termasuk Indonesia untuk berlaga di kelas MotoGP.
Dorna Sport yang berasal dari Spanyol sudah menjadi promotor dan pemegang hak siar untuk MotoGP sejak tahun 1993.
Makanya tidak heran jika banyak seri MotoGP yang digelar di Spanyol, dan banyak pembalap berkebangsaan Spanyol berlaga di kejuaraan ini.
Meskipun Spanyol memang memiliki banyak sirkuit yang memenuhi standar dan pembalap berbakat, untuk pengembangan bisnis di MotoGP kondisi ini tidak ideal.
Tidak heran kalau Liberty Media mulai lakukan perubahan seperti rencana membuka seri di negara-negara yang sebelumnya tidak tersentuh.
Baca Juga: Tragedi Highside Keras Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026, Kronologinya Begini
Ini dilakukan untuk memperbesar potensi masuknya sponsor baru untuk mengekspansi bisnis di MotoGP.
Kondisi ini membuka peluang bagi pembalap di luar Spanyol termasuk Indonesia untuk berlaga di MotoGP.
Pasalnya, pembalap di luar Spanyol yang negaranya punya industri motor dan basis penonton MotoGP yang besar, jelas lebih mudah 'dijual' dibandingkan pembalap Spanyol yang sudah banyak.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR