GridOto.com - Mercedes-Benz C 400 akhirnya muncul sebagai C-Class versi full elektrik (EV).
Secara tampilan, Mercedes-Benz C-Class Electric baru mengusung desain yang lebih sporty dan aerodinamis dibanding versi mesin bensin.
Hal ini sesuai dengan mobil yang memiliki koefisien hambatan udara 0,22 Cd demi mengejar efisiensi maksimal.
Mercedes menyebutnya memiliki siluet ala coupe, namun tetap terlihat lebih proporsional dan menarik dibandingkan model listrik EQE dan EQS yang lebih besar.
Melansir dari Carsoops, harapannya pasar akan merespons lebih positif dibanding dua model tersebut.
Bagian depan C-Class listrik ini didominasi grille bercahaya dengan 1.050 elemen lampu individual.
Lampu DRL depan dan lampu belakang yang dibungkus panel hitam melintang menampilkan motif bintang khas Mercedes.
Sementara desain buritan model anyar asal pabrikan Jerman ini terinspirasi dari Concept GT XX 2025.
Baca Juga: Sejauh Ini Jarak Tempuh Mobil Listrik Mercedes-Benz EQB 250+
Masuk ke interior, tersedia layar MBUX Hyperscreen 39,1 inci yang mendominasi dashboard, menghadirkan teknologi digital kelas flagship ke segmen sedan sport.
Layar berlapis kaca ini membentang di seluruh kabin dan menggunakan pencahayaan matrix dengan lebih dari 1.000 zona LED yang dapat diatur secara individual.
Mercedes menyebut sistem ini menciptakan pengalaman berkendara lebih imersif, sekaligus memungkinkan fungsi informasi dan hiburan terpisah untuk pengemudi dan penumpang.
Kabin juga menawarkan auara kemewahan, lalu jok depan tersedia dengan fitur pijat, ventilasi, pengaturan lumbar, serta sistem audio 4D terintegrasi.
Konsumen dapat memilih atap panoramik dengan 162 “bintang” yang dapat berubah warna mengikuti ambient light.
Versi awal Mercedes-Benz C 400 ini dibekali dua motor listrik dengan total tenaga setara 482 dk (489 PS / 360 kW).
Setup powertrainnya mirip dengan GLC 400 4Matic, namun diklaim memiliki performa lebih buas.
Jika SUV tersebut butuh lebih dari 4 detik untuk akselerasi 0-60 mph (97 km/jam), C 400 hanya memerlukan 3,9 detik.
Baca Juga: Cocok Jadi Mobil Keluarga dan Para Eksekutif, Mercedes-Benz VLE Tampil Mewah Plus Canggih
Mercedes mengklaim jarak tempuh maksimum hingga 473 mil (762 km) berdasarkan standar WLTP dari baterai 94 kWh.
Selain itu, mobil ini mampu menambah jarak tempuh hingga 325 km hanya dalam 10 menit pengisian menggunakan DC fast charger berdaya tinggi.
Di balik bodinya, C-Class listrik dilengkapi suspensi udara opsional, sistem peredam adaptif berbasis data Car-to-X dan peta, serta rear-axle steering hingga 4,5 derajat.
Teknologi ini membuat radius putar menyusut menjadi 11,2 meter, meningkatkan kelincahan di perkotaan sekaligus stabilitas saat melaju kencang.
Dari sisi software, ia menggunakan platform terbaru MB.OS yang mendukung pembaruan over-the-air, asisten suara berbasis AI dengan memori, sampai navigasi augmented reality.
Kemduian fitur opsional MB.DRIVE ASSIST PRO, sistem mengemudi otonom level 2 yang memungkinkan bantuan berkendara dari titik ke titik, termasuk di lalu lintas padat.
Kabarnya, peluncuran perdana akan dimulai di Amerika Serikat, sebelum menyusul ke pasar lain tergantung regulasi.
Strategi ini menunjukkan bahwa Mercedes melihat peluang besar di pasar tersebut, terutama karena pilihan sedan EV premium masih relatif terbatas.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR