Kedua pria misterius tersebut sekonyong-konyong menuduh Korban NA terlibat permasalahan perkelahian dengan salah satu kerabatnya di tempat lain.
Pada momen tersebut, Korban NA dan Saksi IR dipaksa turun dari atas motor dan berjongkok di pinggir jalan.
Lalu, tak lama kemudian, dua orang teman sesama komplotan tersebut datang dan melakukan intimidasi dengan menuduh Korban NA secara serampangan.
"Tak lama kemudian 2 teman pelaku datang. Lalu kami dikelilingi dan diinterogasi 4 komplotan pelaku," ujarnya saat dihubungi awak media, pada Senin (20/4/2026).
Nah, selanjutnya, para pelaku memaksa Saksi IR mengikuti mereka dengan cara dibonceng paksa ke suatu tempat yang jauh dari lokasi tersebut.
Kemudian, giliran Korban NA dipaksa oleh dua pelaku menuju ke suatu tempat yang tak disebutkan.
Pada momen tersebut, si korban dipaksa dipaksa duduk di bagian tengah saat dibonceng bertiga oleh para pelaku menggunakan motor korban sendiri.
Baca Juga: Empat Begal Motor Biang Onar di Depok Terborgol, Ancam Korban Ngaku-ngaku Debt Collector Leasing
"Saya dibonceng 3 orang. Saya di tengah diajak 2 pelaku lurus terus belok kiri untuk melihat korban fiktif itu. Kemudian berhenti di pinggir jalan depan (gedung) kampus A kedokteran," ungkapnya.
Ternyata, Korban NA dibawa ke ruas jalan yang terpantau sepi di kawasan Jalan Raya Karang Menjangan atau tepat depan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI).
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR