Motor yang terbakar sempat berada di depan warung milik warga. Sementara itu, pemilik kendaraan diduga meninggalkan lokasi saat api mulai membesar.
“Saya enggak lihat langsung kaburnya, tapi orangnya enggak ada. Motornya saja yang ditinggal. Posisi motornya sudah distandar dua” jelasnya.
Kobaran api yang cukup besar membuat warga sekitar panik dan tidak berani mendekat.
Meskipun begitu, ada juga warga yang berupaya memadamkan api tersebut.
Begitupula dengan petugas SPBU yang disebut turut memadamkan dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Saat itu, empat APAR dari SPBU disebut tidak langsung padam. Maka dari itu, warga juga ikut memadamkan api secara manual.
“Ada yang ambil air dari ember terus disiram. Baru mulai padam setelah kena semua,” katanya.
Baca Juga: Wujud Makin Retro, Suzuki Thunder Reborn Muncul dengan Mesin 150 Cc
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut memicu kekhawatiran warga karena terjadi di area SPBU yang rawan ledakan.
Agung juga menyoroti praktik pengisian BBM dalam jumlah besar pada motor yang telah dimodifikasi di lingkungan SPBU tersebut.
Pasalnya, ia kerap melihat Thunder seperti itu keluar dari SPBU tersebut.
Maka dari itu, ia berharap ada pembatasan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Motor-motor begitu itu yang suka isi bensin buat dijual lagi karena kapasitas tangkinya yang banyak banget. Harusnya ada kebijakan atau pembatasan, karena ini bahaya dan mengganggu,” ucapnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR