"Harus lebih hati-hati saja bawanya. Takut motornya tersenggol atau terkena pentalan kerikil jalan yang membuat catnya rusak," ujar Ucok.
Selain itu, yang dikhawatirkan dari motor-motor kontes seperti ini adalah keamanan motor saat diparkir.
Baca Juga: Resmi Digelar! MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajahi Indonesia dari Barat ke Timur
Muncul kekhawatiran kehilangan part-part di motor saat parkir mengingat harga barang-barangnya yang masuk premium dan berharga mahal.
"Karena tahu sendiri barang-barang motor kontes itu kan mahal-mahal, takut hilang saja," tambah Ucok.
Makanya, seperti emblem Yamaha yang saat kontes pakai part yang dibuat menggunakan emas murni 18 karat dengan bobot 48 gram, tidak dipasang saat turing.
Sebagai gantinya dipasangkan emblem baru yang terbuat dari bahan titanium.
Meski risikonya besar, menurut Ucok bisa membawa motor kontes untuk turing bersama menjadi sebuah kesenangan dan kebanggan tersendiri.
"Seneng aja, bisa merasakan sensasi pakai motor yang sudah kita modif. Jadi modif-nya enggak sia-sia karena motor masih bisa kita pakai turing," tutup Ucok.
Kegiatan MAXI Tour Boemi Nusantara Sumatera ini sendiri menjadi seri pembuka dari 12 seri yang akan digelar di 6 pulau besar berbeda di Indonesia tahun ini.
Sepertinya akan ada banyak kejutan yang dihadirkan di seri MAXI Tour Boemi Nusantara lainnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR