Dari sisi produk, segmen skutik premium masih menjadi tulang punggung penjualan Yamaha di wilayah ini.
“Paling dominan itu skutik premium, kontribusinya sekitar 50-60 persen. Baru disusul tipe klasik, lalu model seperti Yamaha Gear,” tambah Joni.
Baca Juga: Yamaha Gear Ultima Hybrid Versi Vietnam Dirilis, Lebih Murah Ketimbang Indonesia
Meski sempat muncul kekhawatiran terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi geopolitik global, Joni menyebut hal tersebut belum berdampak signifikan terhadap penjualan.
“Memang di lapangan sempat ada antrean karena isu-isu itu, tapi sejauh ini tidak ada pengaruh ke penjualan,” tegasnya.
Namun demikian, faktor bencana alam yang terjadi di Sumatera sempat memberi tekanan cukup besar terhadap pasar otomotif di beberapa wilayah Sumatera, khususnya di Aceh.
“Kalau bencana kemarin di Aceh itu pengaruh sekali. Penurunan penjualan bisa sampai 60-70 persen,” ungkap Joni.
“Tapi karena support pemerintah cukup cepat, pemulihannya juga cepat. Sekarang sudah hampir normal,” tutupnya.
Dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil dan daya beli masyarakat yang kembali membaik, penjualan motor di Sumatera diprediksi akan terus bergerak positif sepanjang 2026.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR