Baca Juga: Masih Banyak Peminatnya, Segini Penjualan Suzuki APV di Indonesia
Inisiatif donasi terlaksana dengan baik melalui kolaborasi apik bersama Timedoor Academy.
"Kerja sama ini menyasar sekolah di berbagai daerah Indonesia yang belum memiliki fasilitas pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI)," jelas Yutaka Tokunaga, CEO Timedoor Academy.
"Selain menyediakan laptop sesuai kebutuhan kurikulum, Timedoor memberikan pendampingan komprehensif kepada tenaga pendidik. Sinergi antara penyediaan fasilitas, pemanfaatan LMS (Learning Management System) milik Timedoor, serta pendampingan guru diharapkan membuka akses pendidikan IT berkualitas bagi siswa," beber Yutaka.
Proses persiapan serta terapan menjadi penting mengingat tantangan pendidikan digital tidak hanya terletak pada ketersediaan perangkat, tetapi juga pada kesiapan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas belajar sehari-hari.
"Kolaborasi menjadi elemen penting dalam memastikan program ini memberikan dampak nyata. Kami ingin memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi relevan dan berkelanjutan di lingkungan sekolah," tambah Yutaka Tokunaga.
Pemberdayagunaan Re-Laptop Project dapat membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk mengenal dan mengeksplorasi keterampilan digital secara mendalam.
Keberadaan dukungan ekosistem pembelajaran yang terarah tidak hanya membantu meningkatkan kualitas proses belajar, tetapi juga mendorong tumbuhnya minat serta kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi pada masa depan.
"Ke depan, kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program seperti Re-Laptop Project, kami berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pemerataan akses pendidikan secara lebih inklusif sekaligus mendukung kesiapan generasi masa depan," tutup Mochizuki.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR