GridOto.com – Sosok lama di industri otomotif Indonesia, Rouli Sijabat, kini memulai babak baru dalam kariernya.
Setelah memutuskan pensiun dini dari PT Toyota Astra Motor (TAM) pada akhir 2025, ia resmi bergabung dengan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebagai Head of Public Relation (PR) sejak April 2026.
Pria kelahiran Bandung ini mengakhiri pengabdiannya setelah lebih dari dua dekade berkarier di Toyota Group.
Padahal, masa baktinya sejatinya masih tersisa hingga 2027.
“Baru akhirnya 2025 setelah mendapatkan pelatihan, mengajukan pensiun dini. Seharusnya setahun lagi di 2027 tapi pensiun dini pada akhir 2025 di usia 54,” ujarnya saat ditemui GridOto.com di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Rouli menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah merasa siap mengelola aset secara mandiri, termasuk melalui instrumen investasi seperti saham dan aset digital.
“Karena merasa sudah bisa mengelola aset, jadi beberapa tahun ini saya belajar saham dan kripto. Jadi bisa kita kelola sendiri,” jelasnya.
Ia juga mempertimbangkan skema pengelolaan dana pensiun yang berlaku, dan memilih untuk mengelola aset tersebut secara pribadi agar bisa berkembang dalam jangka panjang.
“Saya lebih memilih mengelola sendiri supaya portofolio bisa tumbuh,” tambahnya.
Baca Juga: Servis di Bengkel Resmi, Hyundai Kini Sediakan Mobil Pengganti, Ini Syaratnya
Setelah sempat beristirahat selama beberapa bulan di awal 2026, Rouli akhirnya kembali aktif di industri otomotif dengan bergabung ke Hyundai.
Di HMID, ia tidak hanya memimpin fungsi PR, tetapi juga mengelola dua fasilitas interaksi konsumen, yakni Hyundai N Brand Experience Center di SCBD dan Hyundai Motorstudio di Senayan Park.
“Tugas saya adalah bagaimana itu bisa aktif, bisa berinteraksi dan engage dengan masyarakat. Jadi bukan sekadar jualan, tapi masyarakat juga bisa belajar tentang nilai, sejarah, teknologi, dan mencoba mobil,” paparnya.
Berbekal pengalaman panjang, Rouli memulai kariernya dari dealer Auto2000 di Bandung pada awal 2000-an, sebelum bergabung dengan TAM dan menangani Customer Relations.
“Awalnya saya pegang Customer Relations, bagaimana mengembangkan orang-orang CR di dealer seluruh Indonesia, termasuk membuat sistem penanganan customer, baik yang bertanya maupun komplain,” kenangnya.
Pada 2008, ia beralih ke Public Relations meski tanpa latar belakang di bidang tersebut.
Namun, Rouli mengaku banyak belajar langsung dari para jurnalis senior.
“Tanpa ada background jurnalis atau humas, jadi learning by doing. Saya belajar dari teman-teman jurnalis,” ujarnya.
Selama lebih dari satu dekade di PR TAM, ia terlibat dalam berbagai aktivitas strategis, mulai dari peluncuran produk hingga penanganan merek premium Lexus, serta kerap melakukan perjalanan kerja ke berbagai negara.
Pada 2020, Rouli beralih ke divisi Corporate Social Responsibility (CSR), sebelum kemudian ikut membangun divisi Corporate Sustainability Management (CSM) pada 2022 yang berfokus pada isu keberlanjutan.
“Kalau sustainability itu bukan cuma kegiatan keluar, tapi juga bagaimana di dalam perusahaan dan di luar bisa sama-sama berkontribusi, termasuk isu lingkungan dan inklusivitas,” jelasnya.
Rouli merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Mesin.
Di luar aktivitas profesionalnya, ia juga dikenal memiliki hobi menyanyi.
Kini di Hyundai, ia melihat tantangan baru terutama dalam memahami perkembangan dunia komunikasi yang semakin dinamis, termasuk kehadiran content creator dan key opinion leader (KOL).
“Audiensnya masih sama, ekosistem komunikasi seperti wartawan. Tapi sekarang ada content creator dan KOL, itu dampak dari perkembangan teknologi. Jadi saya harus cepat beradaptasi,” katanya.
Ia menilai, Hyundai sebagai merek yang relatif muda di Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
“Dengan usia HMID yang masih sekitar 6 tahun, seperti anak kecil yang sudah bisa berlari. Ke depan, saya melihat potensinya besar untuk menjadi salah satu pemain kunci,” ucapnya.
Ke depan, Rouli berharap Hyundai dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.
“Harapannya Hyundai semakin kuat awareness-nya di masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha. Tapi tentu perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan stakeholder lainnya, supaya brand ini punya nilai yang relevan,” tutupnya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR