GridOto.com - Seorang pemilik Daihatsu Sigra bernama M Said (51), warga RT 46 Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur syok.
Ia menemukan satu proyektil peluru berasarang di kaca depan mobilnya saat hendak memanaskan mesin, (14/4/26) sore.
Padahal sebelumnya tidak terdengar suara tembakan atau letusan senjata api sama sekali.
Insiden ini terjadi saat Said baru saja kembali dari Jakarta, setelah bepergian sejak Jumat (10/4/2026).
Saat hendak memanaskan mesin mobilnya, ia dikagetkan dengan benda logam yang terjatuh dari balik penutup mobil (car cover).
"Awalnya saya kira mainan anak-anak dan sempat saya buang ke parit. Tapi setelah melihat kaca depan mobil retak, saya ambil lagi dan ternyata benar itu peluru besi," ungkap Said, (14/4/26) malam dikutip dari Kompas.com.
Said merasa heran lantaran selama dua tahun tinggal di kawasan tersebut, ia tidak pernah berselisih paham dengan siapa pun.
Pria yang kerap bekerja di luar negeri ini menduga aksi tersebut merupakan bentuk teror yang dilakukan secara terencana.
Keyakinan Said diperkuat dengan fakta tidak ada satu pun tetangga yang mendengar suara letusan senjata api.
"Saya tanya tetangga, tidak ada yang dengar suara tembakan. Kemungkinan besar pelaku menggunakan peredam," duga Said.
Baca Juga: Curanmor Brutal Beraksi di Palmerah, Peluru Tembus Pagar Rumah Warga
Said juga teringat akan kejadian dua bulan lalu, Ia sempat memotret seorang pria mencurigakan yang mengaku sebagai ojek daring di depan rumahnya.
Pria tersebut terus menutup helm saat diajak bicara dan berdalih sedang mencari alamat.
Ketua RT 46, Nasrullah membenarkan tidak ada laporan suara letusan senjata maupun petasan di lingkungannya selama Said berada di luar kota.
Ia pun telah berkoordinasi dengan Babhinkamtibmas untuk mengarahkan korban melapor secara resmi ke pihak kepolisian.
Sementara itu, Deni, tetangga sebelah rumah korban mengatakan, ia sempat melihat dua pria dengan gelagat mencurigakan mondar-mandir di dekat kediaman Said.
"Ada pria pengendara motor Honda BeAT hitam yang berhenti pada Minggu (5/4/2026), dan seorang lagi pria pejalan kaki yang tampak menelepon pada Kamis (9/4/2026). Keduanya berbeda orang, tapi memiliki perawakan serupa, yakni berambut cepak," jelas Deni yang mengaku sering terjaga hingga larut malam.
Atas peristiwa yang mengancam keselamatannya ini, M Said memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Kalimantan Timur.
Ia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti temuan proyektil peluru serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Kejadian ini saya laporkan ke Polda Kaltim. Saya berharap polisi bisa segera mengungkap siapa sosok di balik aksi ini agar keluarga kami tidak was-was lagi," pungkas Said.
Atas penemuan tersebut, Polisi langsung mengamankan barang bukti dan mulai menggali keterangan saksi guna mengungkap motif di balik insiden tersebut.
Baca Juga: Aktivis Virdian Aurellio Kena Teror Mengancam Nyawa, Kaca VW Polo Miliknya Sengaja Dipecah OTK
Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Mochammad Rezsa Adiatuloh, mengonfirmasi pihaknya telah mengamankan proyektil yang ditemukan korban.
Penyelidikan kini difokuskan pada pengumpulan bukti tambahan serta pelacakan sumber peluru.
"Kami sudah mengamankan proyektil tersebut dan memintai keterangan dari pemilik rumah serta kendaraan mengenai kronologi penemuannya. Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini," tegas Rezsa di lokasi, (14/4/26).
Untuk mendapatkan titik terang mengenai jenis senjata yang digunakan, pihak kepolisian berencana melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
Uji teknis ini dianggap krusial untuk menentukan apakah peluru tersebut berasal dari senjata api standar atau rakitan.
"Terkait jenis proyektil dan senjatanya, diperlukan penelitian lebih mendalam di Labfor. Kami akan melaporkan perkembangan ini terlebih dahulu kepada pimpinan," tambah Rezsa.
Mengenai indikasi intimidasi atau teror, kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut, mengingat profesi korban yang sering bekerja di luar daerah dalam jangka waktu lama.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR