GridOto.com - Mobil asal Cina semakin memperlihatkan dominasinya di pasar otomotif nasional.
Di tengah kondisi pasar mobil Indonesia yang justru mengalami penurunan, penjualan merek-merek Cina malah mencatatkan pertumbuhan signifikan dan mulai mengambil porsi dari pemain lama.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Cina melonjak dari sekitar 50 ribu unit pada 2024 menjadi 113 ribu unit sepanjang 2025.
Pangsa pasarnya pun naik dari 6 persen menjadi 14 persen, saat total pasar nasional turun dari 865 ribu unit menjadi 803 ribu unit.
Kondisi ini menjadi salah satu tanda kuat bahwa mobil Cina mulai menguasai pasar Indonesia.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh peningkatan jumlah merek yang masuk, tetapi juga perubahan persepsi konsumen terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu.
Kepercayaan konsumen terhadap mobil Cina kini semakin meningkat, seiring dengan kualitas produk yang dinilai makin kompetitif.
Fitur yang lengkap, teknologi modern, serta desain yang semakin mengikuti selera pasar menjadi faktor utama yang mendorong minat beli.
Di sisi lain, merek-merek Cina juga mulai sering muncul dalam daftar penjualan terlaris, bahkan mampu menembus posisi lima besar dan menggeser dominasi pabrikan Jepang.
Baca Juga: Penjualan Terus Bertumbuh, Ini Alasan Mobil Cina Laris Manis di Indonesia
Data wholesales Gaikindo periode Januari–Februari 2026 mencatat BYD berada di peringkat kelima dengan 9.532 unit, disusul Jaecoo di posisi ketujuh dengan raihan 5.030 unit.
Strategi harga juga menjadi senjata utama.
Pabrikan mobil Cina dikenal agresif dengan menawarkan produk berfitur melimpah namun dibanderol lebih kompetitif, bahkan dalam beberapa kasus memangkas harga hingga ratusan juta rupiah dibanding rival di segmen yang sama.
Dominasi juga terlihat jelas di segmen kendaraan listrik.
Merek-merek Cina saat ini menguasai pasar electric vehicle (EV) di Indonesia, berkat kombinasi teknologi yang relatif lebih maju dan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Tidak hanya fokus pada mobil listrik, variasi model yang ditawarkan juga semakin luas.
Mulai dari SUV, MPV, hingga city car listrik, serta pilihan teknologi lain seperti hybrid dan mesin konvensional, membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi sesuai kebutuhan.
Masifnya ekspansi ini turut diperkuat dengan bertambahnya jumlah merek yang masuk ke Indonesia.
Jika pada 2024 masih sekitar 12 merek, pada 2025 meningkat menjadi 18 merek. Kehadiran pemain baru seperti Denza, Geely, Xpeng, hingga Jetour semakin meramaikan pasar.
Selain itu, komitmen investasi juga mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas produksi lokal.
Wuling Motors menjadi pionir dengan pabrik di Cikarang, disusul DFSK di Serang.
Sementara BYD bakal mengoperasikan pabriknya di Subang, dan Chery tengah menyiapkan fasilitas produksi mandiri.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR