GridOto.com - Salah satu pengalaman menyenangkan bersama Polytron G3+ adalah sewaktu mengisi daya baterai mobil ini.
Yup, mobil listrik pertama dari brand elektronik terbesar di Indonesia ini punya kemampuan jarak tempuh dan pengecasan cepat.
Jika dibandingkan dengan yang lain, Polytron G3 dan G3+ sebenarnya punya baterai berkapasitas yang tidak besar.
Berkimia Lithium Iron Phosphate, baterai 51,916 kWh milik G3+ mampu memberikan jarak tempuh 402 kilometer sesuai dengan China Light Duty Vehicle Test Cycle.
Untuk ukuran SUV 5-seater yang bisa dibawa jarak jauh, Polytron G3+ jelas memberikan jarak lebih dari cukup.
Baca Juga: Bikin Bangga Indonesia, Begini Spek dan Harga Terbaru Polytron G3+
Tapi di era mobil listrik dengan jarak tempuh lebih dari 500 kilometer, Polytron punya PR yang cukup menantang untuk membuat G3+ tetap relevan.
Setidaknya dari pengecasan, Polytron G3+ tidak perlu memakan waktu yang lama untuk mengisi penuh lagi baterai.
Pengalaman terakhir kami mengecas, state of charge baterai G3+ kami pakai hingga 18%, lebih rendah dari banyak klaim pengecasan pabrikan.
Karena baterai terpakai banyak, kami memutuskan untuk mampir di Rest Area KM 10A Tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur.
Rest Area yang juga dikenal dengan nama Cibubur Square ini kini punya fasilitas pengecasan baru dari HVT dan PLN.
Baca Juga: Motor Listrik vs Bensin, Polytron Klaim Selisih Biaya Tembus Rp 4,4 Juta Per Tahun
Kalau dulu cuma tersedia satu mesin, fasilitas pengecasan mobil listrik baru Cibubur Square punya dua mesin 60 kW, dua mesin 120 kW, dan dua mesin 200 kW.
Kami memilih untuk mengecas di mesin 120 kW karena kosong dan sudah mencakup seluruh kebutuhan pengecasan kami.
Ketika awal pengecasan, Polytron G3+ bisa menarik daya hingga 70 kW dari total 120 kW yang tersedia.
Tapi naik sedikit, daya yang masuk turun dan stabil di sekitar 65-67 kW hingga menjelang akhir pengecasan.
Pengecasan kami berakhir dengan daya isi baterai total 41,22 kW dan state of charge 92%.
Untuk waktu pengecasan, G3+ bisa diisi dari 18% sampai 92% dalam waktu 45 menit saja, impresif bukan?
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR