GridOto.com - Mengendarai motor matik di jalan menurun butuh kesigapan dan kewaspadaan ekstra.
Alasannya tentu resiko rem yang mengalami blong.
Secara teknis, kegagalan pengereman ini umumnya dipicu oleh dua faktor utama, yaitu keausan kampas rem atau munculnya fenomena overheating pada sistem pengereman.
Nah, buat yang belum paham, kondisi overheat terjadi akibat gaya berkendara yang salah, yakni menekan tuas rem secara terus-menerus dalam durasi lama.
Kebiasaan ini akan menyebabkan cakram jadi licin.
Suhu ekstrem pada piringan cakram mengubah koefisien geseknya menjadi sangat rendah (licin), sehingga daya cengkeram hilang.
Selain itu, piston kaliper juga bisa macet.
Panas yang merambat ke kaliper dapat membuat piston pemandu macet, mengakibatkan rem gagal merespons tekanan tuas.
Baca Juga: DAM Umbar Program Paket Siap, Servis CVT dan Ganti Oli Motor Matik Cuma Rp100 Ribu
Untuk mengantisipasi kegagalan sistem pengereman, pengendara disarankan menerapkan tiga langkah krusial:
1. Pengereman Kombinasi (Alternating Braking)
Jangan hanya mengandalkan satu sisi rem (terutama depan).
Gunakan rem depan dan belakang secara bergantian untuk memberikan waktu jeda bagi masing-masing perangkat rem mendinginkan suhunya.
2. Optimasi Engine Brake
Berbeda dengan motor manual, pada motor matik engine brake dapat diaktifkan dengan cara mempertahankan sedikit putaran gas (holding gas) di posisi rendah.
Hal ini menjaga kopling tetap terhubung sehingga mesin ikut membantu menahan laju kendaraan.
3. Inspeksi Berkala
Pastikan kampas rem masih dalam ketebalan yang aman sebelum memulai perjalanan di wilayah pegunungan atau perbukitan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR