Tak hanya itu, kandungan berbahaya dalam oli juga bisa memengaruhi sistem saraf.
Dampaknya bisa berupa pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran.
Artinya, efeknya tidak hanya menyerang satu organ, tetapi bisa berdampak ke berbagai bagian tubuh sekaligus.
Yang lebih mengkhawatirkan, dampak dari konsumsi oli tidak selalu langsung terasa. Banyak orang merasa aman karena tidak mengalami efek instan, padahal kerusakan bisa terjadi secara perlahan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan organ penting seperti hati dan ginjal, gangguan darah akibat logam berat, masalah hormon, hingga meningkatkan risiko kanker.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral di media sosial aman untuk diikuti.
Apalagi jika menyangkut kesehatan, keputusan yang salah bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dan tidak sembarangan meniru tren yang berbahaya.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR