Toyota menjual 7.241 EV di Jepang pada kuartal pertama 2026, lonjakan besar dibanding hanya 469 unit pada Q1 2025.
bZ4X versi penyegaran yang diluncurkan pada Oktober lalu disebut menarik permintaan jauh lebih tinggi.
Hal itu karena SUV listrik ini dibekali pembaruan signifikan, termasuk jarak tempuh lebih jauh dan pengisian daya yang lebih cepat.
Menurut laporan Nikkei, peningkatan subsidi pemerintah untuk EV membantu Toyota memperlebar jarak dari BYD di Jepang.
bZ4X kini memenuhi syarat subsidi hingga 1,3 juta yen (sekitar Rp 139,5 jutaan), sementara kendaraan listrik BYD tidak mendapatkan kenaikan subsidi tahun ini.
Dengan subsidi tersebut, harga Toyota bZ4X turun menjadi sekitar 3,5 juta yen (sekitar 375,5 jutaan), dibanding harga resminya 4,8 juta yen (sekitar Rp 515 jutaan).
Di Australia, Toyota memperkirakan penjualan EV akan melonjak hampir lima kali lipat tahun ini.
“Model terbaru yang kami luncurkan baru-baru ini diterima dengan sangat, sangat baik.” ujar John Pappas, Wakil Presiden penjualan, pemasaran, dan operasional Toyota Australia.
Ia menambahkan bahwa Toyota menargetkan pengiriman 5.000 unit bZ4X tahun ini, naik dari hanya 1.041 unit tahun lalu.
Berdasarkan data terbaru dari CleanTechnica, bZ4X versi terbaru menempati posisi kesembilan dalam daftar EV terlaris dunia pada Februari 2026.
Berdasarkan data tersebut, model ini mengungguli BYD Dolphin, Hyundai IONIQ 5, dan Volkswagen ID.4.
Meski masih awal, bZ4X alias bZ versi baru menunjukkan awal yang kuat untuk persaingan Toyota di segmen mobil listrik.
Toyota melakukan pembaruan di aspek penting seperti jarak tempuh lebih jauh, pengisian lebih cepat, dan tenaga lebih besar—dan sejauh ini hasilnya positif.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR