GridOto.com - Presiden Prabowo Subianto resmikan pabrik bus dan truk listrik milik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, (9/4/26).
Ia berharap peresmian ini bisa menjadi national champion, yang artinya optimis bisa punya merek otomotif sendiri seperti negara-negara lain.
Tak kelewat, Prabowo juga meninjau langsung lini produksi, mulai dari bus listrik ukuran besar, mikrobus, hingga truk listrik yang disiapkan untuk kebutuhan transportasi publik dan logistik.
Peresmian ini menandai langkah awal penguatan industri kendaraan listrik nasional di segmen komersial.
Berbeda dari tren kendaraan listrik penumpang, VKTR justru memfokuskan pengembangan pada bus dan truk yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pengurangan emisi sekaligus mendorong ekosistem industri.
Presiden Prabowo menyebut fasilitas ini sebagai tonggak penting dalam transformasi industri nasional.
Ia menilai, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya besar menuju kemandirian energi.
"Energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan. Kita harus menuju energi bersih, energi terbarukan, dan salah satu langkahnya adalah elektrifikasi, tidak lagi terlalu banyak memakai BBM dari fosil," ujar Prabowo dalam sambutannya, seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Ia juga menekankan Indonesia harus mandiri di sektor strategis, termasuk energi dan industri.
Menurutnya, inisiatif seperti yang dilakukan VKTR menjadi contoh konkret industrialisasi berbasis teknologi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Prabowo mengungkapkan, saat ini kemampuan produksi VKTR diklaim mampu mencapai hingga 10.000 unit bus listrik.
Selain itu, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) disebut telah menyentuh sekitar 40 persen, dan ditargetkan meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan, serta 80 persen pada tahap berikutnya.
"Saya berharap ini menjadi national champion kita. Kalau negara lain punya merek besar, kita juga harus punya. Kita ingin industri dalam negeri bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Anindya Bakrie selaku pihak VKTR menyampaikan pengembangan kendaraan listrik komersial didasari dua tujuan utama, yakni mendukung dekarbonisasi menuju net zero emission serta memperkuat kemandirian ekonomi, khususnya dalam menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Ia optimistis, pengembangan bus dan truk listrik dapat menjadi penggerak utama ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR