GridOto.com - Viral belum lama ini aksi pengeroyokan terhadap Erly Purnama (32), pimpinan lembaga bantuan hukum Viral For Justice di Jawa Timur.
Insiden tersebut diketahui terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo V, Mojo, Gubeng, Surabaya, pada Selasa (7/4/2026) siang.
Usai kejadian, Erly pun langsung melaporkan insiden yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Surabaya.
Ia juga tengah menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Surabaya terkait bagian dari proses hukum.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/750/IV/2026/SPKT/POLRESTABES/SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, yang dibuat pada Selasa sore sekitar pukul 15.45 WIB. Dalam laporannya, ia mengadukan dugaan pengeroyokan sesuai pasal yang berlaku.
Melansir Surya.co, Erly menjelaskan bahwa visum diperlukan untuk memperkuat proses hukum terhadap para pelaku yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Ia mengaku mengalami sejumlah pukulan dan tendangan yang mengenai bagian tubuh depan hingga belakang.
Meski tidak menimbulkan luka serius di sebagian tubuh, ia mengalami luka robek di bagian belakang kiri kepala yang cukup terasa sakit.
Baca Juga: Ditanya Atribut dan KTA, Tukang Parkir Liar di Surabaya Ancam Bunuh Pengendara Motor
Menurutnya, luka tersebut diduga akibat lemparan benda tumpul, kemungkinan batu, yang mengenai bagian kepalanya dari arah belakang.
Erly menceritakan, sebelum insiden terjadi, ia datang ke lokasi sekitar pukul 10.20 WIB dengan tujuan memberikan dukungan moril kepada aparat kepolisian dan dinas terkait dalam kegiatan sosialisasi parkir.
Di lokasi, ia sempat berbincang singkat dengan seorang anggota polisi yang dikenalnya.
Setelah itu, ia berjalan menuju mobil pribadinya yang terparkir di seberang jalan.
Namun saat berjalan, ia mengaku mendapat teriakan dan cemoohan dari sekelompok orang yang berada di lokasi, yang diduga merupakan juru parkir.
Merasa terganggu, Erly sempat mencoba meminta penjelasan atas ucapan tersebut.
Namun situasi mulai memanas dan ia diminta oleh petugas kepolisian untuk segera menjauh dari kerumunan.
Ketika hendak kembali ke mobil, kondisi semakin tidak terkendali.
Kerumunan bertambah banyak dan terjadi aksi dorong-mendorong yang berujung pada insiden pengeroyokan seperti yang terekam dalam video yang beredar.
Baca Juga: Agak Kaget, Rano Karno Kasih Jawab Begini Soal Parkir Liar dan PKL di Tanah Abang
Erly mengaku tidak dapat mengidentifikasi pelaku yang menyerangnya, karena posisi serangan, termasuk lemparan batu, berasal dari arah belakang.
Ia menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan pelaku kepada pihak kepolisian.
Melalui laporan ini, ia menegaskan memilih jalur hukum dan tidak akan melakukan tindakan balasan dalam bentuk apa pun. Ia juga berharap para pendukungnya tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
Meski demikian, ia mempersilakan masyarakat untuk ikut mengawasi praktik di lapangan, seperti memastikan legalitas juru parkir, selama tidak mengarah pada tindakan kekerasan.
Erly menyebut insiden ini sebagai pengalaman pertama dirinya mengalami kekerasan fisik secara langsung, meskipun sebelumnya ia kerap menerima intimidasi secara verbal maupun melalui media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan yang dilakukannya terkait isu parkir tidak memiliki kepentingan pribadi maupun afiliasi politik tertentu, melainkan murni berangkat dari keresahan masyarakat.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR