Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 60 Persen Berimbas ke BBM, Ini Jawaban Pertamina
"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang tangguh akan menghentikan operasi pertahanan mereka," terang Araghchi.
"Selama dua minggu ke depan, pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan batasan-batasan teknis yang ada," sambungnya.
Lebih jauh, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan sebanyak belasan persen usai Trump umumkan gencatan senjata.
Ketika perang antara AS dan Iran terjadi dan Selat Hormuz ditutup, harga minyak sempat meningkat hingga lebih dari 100 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barel (setara 158,9 liter).
Dilansir dari Reuters, (8/4/26), harga minyak kemudian turun di bawah 100 dollar AS per barel pada pukul 00.23 GMT.
Adapun harga minyak Brent mengalami penurunan sebesar 13,6 persen atau 14,84 dollar AS, menjadi 94,43 dollar AS (Rp 1.605.026) per barel.
Kemudian, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) turun 14,3 persen atau 16,13 dollar AS, menjadi 96,82 dollar AS (Rp 1.645.649) per barel.
Melalui pernyataan terpisah, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengisyaratkan gencatan senjata dapat diperpanjang melampaui jangka waktu dua minggu awal jika negosiasi berjalan lancar.
Pembicaraan lanjutan diperkirakan akan berlangsung di Islamabad, Pakistan dalam beberapa pekan mendatang.
Sementara itu, Trump menjelaskan jangka waktu dua minggu ke depan akan dihabiskan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Iran.
Baca Juga: Meski Harga Minyak Mentah Dunia Naik, Harga BBM Subsidi Tetap
Dia menyatakan secara optimis bahwa setiap perselisihan di masa lalu telah terselesaikan.
"Hampir semua poin-poin yang sebelumnya menjadi sumber perselisihan telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran," kata Trump.
"Merupakan suatu kehormatan bahwa masalah yang telah berlangsung lama ini hampir terselesaikan," imbuhnya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR