Baca Juga: Pentingnya Kuras Radiator Coolant Mobil, Bikin Komponen ini Awet
Namun, yang perlu diperhatikan adalah larangan mencampur coolant IAT dan OAT dalam satu sistem pendingin.
“Jika dicampur, kedua aditif akan saling menetralkan. Sistem pendinginan bisa kehilangan perlindungan terhadap korosi dan berpotensi menimbulkan endapan yang menghambat sirkulasi,” jelasnya.
Endapan tersebut bisa berubah menjadi lumpur atau gel yang menyumbat radiator, sehingga aliran cairan terganggu dan mesin lebih cepat panas.
Untuk itu, pemilihan produk coolant juga menjadi penting. Salah satu yang tersedia di pasaran adalah Master Radiator Coolant yang diklaim dirancang untuk penggunaan di iklim tropis.
“Sebelum mengganti radiator coolant, ada baiknya Anda memilih produk yang tepat. Master Radiator Coolant dirancang agar mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan, dengan kemampuan transfer heat yang baik dan titik didih lebih tinggi dari air,” ungkap Henry.
Sekadar informasi, Master Radiator Coolant tersedia dalam beberapa varian, seperti Master Radiator Cool, Master Radiator Coolant Premix, dan Master Radiator Coolant Gold, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin.
Dengan penggunaan coolant yang tepat dan tidak mencampur jenis berbeda, sistem pendingin dapat bekerja optimal dan menjaga mesin tetap dalam suhu ideal, sehingga risiko overheat bisa dihindari.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR