Sementara Ketua RT 02, Yulia Afendi (54), mengatakan korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Hermina Bekasi dan masih dalam penanganan intensif.
Baca Juga: Geger Teror Bacok Spion Mobil di Jember, Dikira Batu Ternyata Katana
"Kondisinya masih memprihatinkan. Dari informasi keluarga, hari ini korban dijadwalkan bertemu dokter spesialis bedah kulit," ujar Yulia.
Ia mengungkapkan, pakaian korban rusak akibat cairan yang disiramkan pelaku.
Korban sempat mendapat pertolongan awal sebelum dilarikan ke rumah sakit.
"Bajunya sudah robek, kondisinya sudah hancur. Sempat dibawa ke rumah RT dulu, habis itu langsung dilarikan ke rumah sakit," terang Yulia.
Warga bernama Rahmat (46) mengungkapkan pelaku diduga berjumlah dua orang dan berboncengan menggunakan motor matic berwarna putih gading.
"Yang pasti pelaku berboncengan, pakai helm fullface hitam dengan kaca tertutup, dan jaket warna hitam," ujar Rahmat.
Ia mengaku sempat berpapasan dengan pelaku saat keluar rumah menjelang waktu subuh.
Rahmat juga mencium bau menyengat dari cairan yang diduga air keras di lokasi kejadian.
"Jalan diinjak saja panas. Tadi pagi masih basah, bahkan masih berbuih-buih. Baunya asam sekali," ujarnya.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan korban mengalami luka bakar cukup serius.
Baca Juga: Relawan Ranjau Paku Kena Teror Saat Sisir Jalan, Dikejar dan Diancam Pria Bawa Bambu
"Korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen di area wajah, telinga, leher, dada, perut, dan bahu," ujar Wuriyanti.
Ia menambahkan, jenis cairan yang digunakan pelaku masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya diberitakan, TW menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat menuju musala untuk salat subuh.
Musala tersebut diketahui hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.
Setelah mendapatkan pertolongan awal, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"Polisi sudah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, dan mencari petunjuk di sekitar TKP," katanya.
Penyelidikan juga melibatkan Satreskrim Polres Metro Bekasi. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku penyiraman air keras tersebut.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR