Selain itu, ada juga aditif dispersant yang biasanya digunakan pada bahan bakar diesel.
Fungsinya adalah membantu melarutkan partikel kotoran agar tidak menumpuk dan menyumbat sistem injeksi.
Hal ini penting karena bahan bakar diesel cenderung mengandung partikel seperti sulfur, sementara lubang injektor pada mesin diesel relatif kecil dan rentan tersumbat.
Aditif berikutnya adalah detergent, yang berperan membersihkan sisa pembakaran.
Selama mesin bekerja, endapan karbon dapat terbentuk di ruang bakar.
Jika dibiarkan, endapan ini bisa mengganggu kinerja mesin.
Dengan adanya detergent, kerak karbon tersebut dapat dikurangi sehingga performa mesin tetap terjaga.
Selanjutnya, terdapat demulsifier, yaitu zat yang berfungsi memisahkan kandungan air dari bahan bakar. Air dalam BBM umumnya muncul akibat proses kondensasi di dalam tangki.
Baca Juga: Banyak yang Percaya, Benarkah Isi BBM Malam Hari dapat Lebih Banyak?
Kondisi ini terjadi karena adanya udara yang masuk ke dalam tangki dan bereaksi dengan bahan bakar.
Demulsifier membantu mengendapkan air agar tidak ikut masuk ke sistem bahan bakar mesin.
Terakhir, ada anti-corrosion yang berfungsi melindungi komponen mesin dari karat.
Meski demulsifier bekerja mengurangi kandungan air, masih ada kemungkinan air tersisa masuk ke ruang bakar.
Jika tidak ditangani, air tersebut dapat memicu korosi pada bagian logam mesin.
Oleh karena itu, aditif anti-karat diperlukan untuk menjaga keawetan komponen.
Secara keseluruhan, penambahan berbagai aditif pada BBM bertujuan untuk memastikan proses pembakaran tetap optimal, menjaga kebersihan sistem bahan bakar, serta melindungi mesin dari potensi kerusakan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR