Namun, sejak perang antara Iran dan Israel-AS terjadi, harga minyak terkerek dan konsumsi melonjak hingga antara 85 juta hingga 100 juta liter per hari.
Baca Juga: Demi Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Siapkan Jurus WFH Usai Lebaran
Fenomena penimbunan dalam skala besar menjadi penyebab utama ratusan SPBU kehabisan stok bahan bakar, meskipun pemerintah telah menjamin bahwa cadangan negara mencukupi.
Pemerintah Thailand juga mengklaim telah menguras anggaran 20 miliar baht atau sekitar Rp 10,29 triliun hanya dalam waktu tiga minggu demi menjaga harga tetap stabil.
Pejabat terkait sempat mempertimbangkan untuk melakukan pinjaman guna menutupi kerugian tersebut, namun akhirnya diputuskan bahwa langkah itu tidak berkelanjutan.
Ekonom Standard Chartered, Tim Leelahaphan, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pemerintah Thailand saat ini hanya memiliki sisa ruang pinjaman sekitar 300 miliar baht atau setara Rp 154,3 triliun.
Sebagai perbandingan, selama krisis energi tahun 2022 yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, Thailand menghabiskan 270 miliar baht atau setara Rp 138,9 triliun untuk subsidi bahan bakar dan pemotongan pajak.
Berikut rincian harga BBM terbaru di SPBU PTT Thailand beserta konversi rupiahnya:
High-speed diesel: 38,94 baht (Rp20.038)
B7 premium diesel: 54,64 baht (Rp28.118)
Gasohol 91 (Setara Pertalite): 40,68 baht (Rp20.934)
Gasohol 95: 41,05 baht (Rp21.124)
Gasohol E20: 36,05 baht (Rp18.551)
Gasohol E85: 32,79 baht (Rp16.874)
Gasohol 95 premium: 52,04 baht (Rp26.780)
Gasoline 95: 49,64 baht (Rp25.545)
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR