Baca Juga: Petaka Bocah-bocah Bonceng Tiga di Atas Mio, Maut Cabut 2 Nyawa Gegara Ini
Meski terpapar terik matahari, Maya merasa perjalanan dengan motor jauh lebih praktis dan cepat dibandingkan moda transportasi lain.
"Kalau naik motor lebih cepat ya, kemarin yang macet di Cekik (Bali saat arus mudik) itu juga kita bisa cepat sampai karena motoran," tutur Maya.
Walaupun menyadari risiko keselamatan yang tinggi di jalan raya, Maya dan suaminya berupaya meminimalisasi bahaya dengan rutin beristirahat.
Mereka memilih untuk berhenti sejenak setiap kali merasa penat dan memastikan barang bawaan tidak melebihi kapasitas yang membahayakan keseimbangan motor.
Sebagai info, guna mengurai kepadatan di pelabuhan selama puncak arus balik, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan skala prioritas bagi pengguna jasa.
Kendaraan roda dua dan angkutan penumpang umum menjadi kategori yang didahulukan untuk masuk ke dalam kapal.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan, langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik mandiri dan pengguna transportasi publik.
"Motor harus didahulukan. Lalu kendaraan umum seperti bus dan travel juga kami utamakan," ujar Yossianis.
Sementara itu, kendaraan besar atau truk logistik masuk ke dalam kategori non-prioritas.
Kendaraan jenis ini akan diarahkan menuju buffer zone yang telah disediakan sebagai bagian dari penerapan delaying system ketika kondisi penyeberangan di Selat Bali terpantau sangat padat.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR